Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Archive for the ‘Chairil Anwar’ Category

Kerajinan Tahu-Tempe?

leave a comment »

AKHIR-AKHIR ini kita dihebohkan dengan kelangkaan kedelai yang merupakan bahan baku tahu dan tempe. Media massa cetak dan elektronik marak mewartakan kejadian ini. Sayangnya, beberapa media yang saya rasa kurang tepat dalam pemilihan kata terkait dengan pemberitaan itu.

Kekurangcermatan diksi itu terdapat pada bentuk “perajin tahu-tempe”. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by kbplpengkajian

September 12, 2012 at 7:04 am

Ditulis dalam Chairil Anwar

Tagged with

Hindari Frasa ‘Banci’

leave a comment »

KATA banci berhubungan erat dengan gender. Sebab, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, lema banci memiliki arti leksikal “tidak berjenis laki-laki dan juga tidak berjenis perempuan”. Namun, tulisan ini tidak membahas mengenai banci berdasarkan arti kamus (leksikal), tapi sebagai istilah untuk mengungkapkan sebuah frasa yang unsur-unsurnya berasal dari dua bahasa yang berbeda.

Untuk diketahui, menurut Abdul Chaer dalam Linguistik Umum (2003:222), frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Juli 13, 2012 at 4:42 am

Ditulis dalam Chairil Anwar

Tagged with

Hemat Perlu Cermat

leave a comment »

Jika dalam artikel-artikel sebelumnya banyak mencermati tentang pemborosan dan kemubaziran kata yang seharusnya dihindari, tulisan kali ini akan membahas tentang penghematan satuan bahasa yang justru harus dihindari karena tidak sesuai dengan aturan kebahasaan.

Penghematan dilakukan untuk menciptakan tuturan atau tulisan yang efektif. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Maret 19, 2012 at 1:25 pm

Ditulis dalam Chairil Anwar

Tagged with

singkatan dan Kemubajiran

leave a comment »

Berbicara mengenai bahasa efektif, tentu pemakai bahasa harus semaksimal mungkin meminimalkan penggunaan kata-kata yang tidak perlu untuk menghindari kemubaziran. Kemubajiran terjadi karena banyak hal, di antaranya pengulangan kata-kata yang semakna (berdasarkan konteks) seperti kalimat berikut.

“Rencananya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam waktu dekat akan segera memberikan perangkat pembuatan e-KTP kepada seluruh kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung.” Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

November 15, 2011 at 10:30 pm

Ditulis dalam Chairil Anwar

Tagged with

Kecermatan Berbahasa dalam Tataran Terkecil

leave a comment »

Tataran berbahasa—mulai dari tingkatan fonem sampai wacana—tentu tidak terlepas dari kesalahan. Jadi, tidak menutup kemungkinan jika kita membaca sebuah wacana berupa artikel, terdapat satu-dua kekeliruan.

Artikel tersusun dari gagasan-gagasan yang kompleks dan saling terkait, wajarlah jika terdapat sedikit ketidakcermatan, seperti dari segi keefektifan kalimat atau kepaduan paragraf. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Oktober 22, 2011 at 4:27 pm

Ditulis dalam Chairil Anwar

Tagged with

Problematika Penggunaan Merek Produk

leave a comment »

Salah satu sifat sebuah bahasa adalah mengalami perkembangan. Hal ini terjadi karena keterbukaan pemakai bahasa terhadap faktor dari luar, misalnya terbuka terhadap bahasa asing yang pada akhirnya kerap diselipkan dalam pemakaian bahasa asalnya.

Terkait dengan itu, ternyata penyelipan unsur bahasa dalam bahasa kita tidak hanya berasal dari bahasa asing. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

September 28, 2011 at 7:50 am

Ditulis dalam Chairil Anwar

Tagged with

Problematika Imbuhan “Ter”

leave a comment »

Saat berkomunikasi, kita sebagai pemakai bahasa Indonesia tentu dituntut untuk menerapkan kaidah kebahasaan dengan cermat. Namun, dalam penggunaannya sehari-hari, tidak sedikit ditemukan penyimpangan yang dilakukan masyarakat bahasa terhadap kaidah yang seharusnya ditaati. Salah satunya adalah ketidakcermatan dalam menggunakan imbuhan “ter”.

Sesuai kaidah, salah satu fungsi awalan “ter” adalah menyatakan “ketidaksengajaan” di samping menyatakan “paling” sepeti kata terbaik dan tercantik, lalu menyatakan “dapat di (kata dasar)” seperti kata tercapai dan terjangkau. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Agustus 3, 2011 at 7:55 pm

Ditulis dalam Chairil Anwar

Tagged with