Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Archive for the ‘Diah Meutia Harum’ Category

Pedangdut dan ‘Pengepop’

leave a comment »

Rabu, 12 Desember 2012

 

            Judul di atas barangkali akan sedikit menarik perhatian anda, dan saya harap akan berlanjut dengan membaca tulisan ini. Anda akan lebih sering menemui istilah pedangdut dalam media-media yang mengulas musik asli Indonesia ini. Lalu, apakah yang menjadi persoalan kita selain masalah penggunaan istilah pedangdut? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dangdut adalah jenis dan irama musik yang ditandai oleh pukulan tetap bunyi gendang rangkap yang memberikan bunyi dang pada hitungan ke-4 dan dut pada hitungan ke-1 dari birama berikut. Sedangkan, pedangdut adalah orang yang menyanyikan lagu dangdut.

Bermacam jenis musik yang ada di Indonesia, namun dalam kacamata saya hanya istilah pedangdut yang taat azas penulisan. Jika kita cermati, ada beberapa jenis aliran musik yang penggunaan istilahnya telah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by kbplpengkajian

April 17, 2013 at 5:17 am

Ditulis dalam Diah Meutia Harum

Tagged with

Eksotis

with one comment

APAKAH yang terpikir dalam benak Anda ketika mendengar kata eksotis? Apakah yang Anda rasakan ketika ada yang memuji bahwa rupa Anda yang elok adalah rupa yang eksotis, atau menyatakan bahwa negeri Indonesia adalah negeri yang eksotis?

Saya sering mendengar istilah ini diucapkan atau dilabeli pada sesuatu yang khusus dan istimewa. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Juni 13, 2012 at 11:38 am

Ditulis dalam Diah Meutia Harum

Tagged with

Bahasa dan Perempuan

with 2 comments

Sebuah masyarakat dikonstruksikan oleh budayanya. Dalam hal ini bahasa sebagai faktor penting yang berperan dalam kebudayaan terbentuk oleh budaya darimana masyarakat tersebut berasal. Indonesia dengan berbagai suku dan budaya memang kental dengan budaya patriarki. Masyarakat yang terhegemoni baik dengan tatanan maskulin maupun feminin tentu saja berperan penuh dalam pembentukan bahasa. Luce Irigaray, seorang linguis dan feminis asal Perancis menguraikan bagaimana pengaruh bahasa terhadap subyektivitas, terutama subyektivitas perempuan, sekaligus menegaskan bahasa harus berubah agar subyektivitas perempuan dapat dikenali di ranah budaya. Luce Irigaray secara khusus menyoroti pembedaan gender dalam bahasa Prancis yang memang menandai bahasanya secara spesifik dengan identitas laki-laki dan perempuan. Bagaimana dengan bahasa Indonesia?

Saya tak ingin membuat kening anda berkerut ketika membaca kolom ini. Barangkali saya membawakan isu ini sebagai sebuah obrolan ringan yang mungkin saja kita sebagai pengguna bahasa tak begitu menyadari muatan apakah yang selama ini terlontar dari mulut kita, namun sesungguhnya patut untuk kita renungkan. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Juli 21, 2011 at 12:49 pm

Ditulis dalam Diah Meutia Harum

Tagged with

Turun ke Bawah, Pleonasmekah?

leave a comment »

DALAM sebuah perbincangan di Kantor Bahasa, seseorang dari kami berceletuk, “Turunlah ke bawah!” Yang lain menyanggah dengan tenang, “Tentulah ke bawah, kalau turun. Lalu, mengapa mesti turun ke bawah?” Ujung-ujungnya, muncullah istilah pleonasme, muara dari perbincangan itu.

Bahasa adalah sistem lambang yang bersifat mana suka, hasil kesepakatan bersama antarpemakainya, yang digunakan oleh masyarakat untuk mengadakan interaksi. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Mei 11, 2011 at 4:25 pm

Ditulis dalam Diah Meutia Harum

Tagged with

Kritis dalam Mengkritik

leave a comment »

SETELAH membaca tulisan Saudara Asarpin tentang mengkritik dan mengkritisi, saya tergelitik untuk turut sumbang saran dalam rangka memenuhi hak jawab saya. Sampai beberapa waktu lalu, saya tidak mengetahui bahwa Saudara Asarpin dalam rubrik Laras Bahasa tanggal 29 Juli 2009 mempertanyakan tulisan saya yang dimuat dalam rubrik ini juga pada tanggal 8 Juli 2009 yang lalu, sehingga saya mohon maaf apabila saya lambat dalam menuliskan tanggapan.

Pada dasarnya, saya setuju sebagai pengguna bahasa Indonesia, kita harus cermat dalam menggunakan kosakata, sehingga tidak terjadi kerancuan dalam berbahasa. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Maret 17, 2010 at 1:37 am

Ditulis dalam Diah Meutia Harum

Tagged with