Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

‘Unyu-Unyu’

with 3 comments

Belakangan ini, banyak istilah asing muncul di media jejaring sosial.

Terutama di Twitter dan Facebook. Bahasa di jejaring ini banyak diwarnai bahasa gaul, karena kebayakan pengguna jejaring ini adalah kawula muda. Istilah tersebut antara lain adalah garing, gubrak, galau, lebay, curcol, hingga yang terbaru saat ini adalah unyu-unyu.

Kebanyakan facebooker dan pengguna Twitter tidak mengerti asal-usul dan makna dari kata-kata tersebut. Misalnya saja kata garing. Sebenarnya kata itu sudah ada sejak lama dan asal muasalnya pun jelas. Kata itu berasal dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Kemudian, karena sering digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun popular.

Baru-baru ini, muncul istilah unyu-unyu di jejaring sosial. Kata ini menjadi sedikit kontroversi di kalangan komunitas alay. Ada yang mengatakan unyu-unyu memiliki makna yang sama dengan kata whatever (apa saja) jika kata ini digunakan dalam konteks marah. Lain lagi jika kata ini digunakan dalam konteks senang, yang maknanya akan berubah menjadi cute (imut, manis, atau menggemaskan).

Ada juga yang mengatakan bahwa unyu-unyu bermakna anjing dalam bahasa Sansekerta. Makna anjing inilah yang kemudian menjadi perdebatan dalam komunitas alay.

Mereka seolah tidak terima kalau kata unyu-unyu ini diberi makna anjing. Pernahkah kita membayangkan bahasa Indonesia akan berkembang seperti yang ada sekarang ini?

Saya membuat tulisan ini hanya sekadar ingin memberi pencerahan. Anjing dalam bahasa Sansekerta adalah indramahakarmuka yang dalam Kamus Sansekerta Indonesia berkedudukan sebagai maskulin. Dan saya tidak menemukan kata unyu-unyu dalam kamus tersebut.

Jadi unyu-unyu hanyalah kata baru yang diciptakan para komunitas alay yang maknanya hanya sebagai “yang penting nyambung dari setiap komunikasi yang terjadi.

Written by kbplpengkajian

Juni 6, 2012 pada 3:06 pm

Ditulis dalam Nuci Vera

Tagged with

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wtf did i just read??

    Mario Billy Yudhistira

    Agustus 27, 2012 at 1:14 am

  2. Setahu saya ‘unyu’ itu plesetan kata ‘lucu’ yang mengesankan ‘imut’ karena biasanya yang mengucapkan kata ‘unyu’ itu mayoritas perempuan muda yang berkarakter agak manja – atau ya itu tadi, biar kelihatan ‘imut’. Karenya bagian suku kata ‘nyu’-nya menyerupai bunyi kucing dalam Bahasa Jepang (“nyaa”). Jadi yang dipakai selama ini itu ‘unyu’, bukan ‘unyu-unyu’. Kalaupun ada pemakaian kata ‘unyu’ yang berulang, biasanya merujuk pada pengulangan bunyi seperti pada “lucu-lucu”.

    Saya pribadi merasa kata ‘unyu’ terlalu manja dan tidak jelas karena terkesan sedikit-sedikit cukup diplesetin biar jadi populer. Tapi kadang kalau buat ‘gojeg’ (becanda) sama teman, semacam sok imut untuk menyindir, ya kadang dipakai juga.

    Cobalt Blue

    Agustus 27, 2012 at 3:00 am

    • Wah, ada salah ketik, nih.

      *karenya: karena

      [Kenapa imut? Karena bagian suku kata ‘nyu’-nya menyerupai bunyi kucing dalam Bahasa Jepang (“nyaa”) dan kucing sering diinterpretasikan sebagai sosok yang imut, manis, menggemaskan, dan disukai orang.]

      Cobalt Blue

      Agustus 27, 2012 at 3:02 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: