Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Hemat Perlu Cermat

leave a comment »

Jika dalam artikel-artikel sebelumnya banyak mencermati tentang pemborosan dan kemubaziran kata yang seharusnya dihindari, tulisan kali ini akan membahas tentang penghematan satuan bahasa yang justru harus dihindari karena tidak sesuai dengan aturan kebahasaan.

Penghematan dilakukan untuk menciptakan tuturan atau tulisan yang efektif. Namun, kita sebagai pemakai bahasa jangan terlalu over dalam menyingkat, bahkan menghilangkan suatu unsur kebahasaan. Alhasil, alih-alih ingin menciptakan komunikasi yang efektif, bahasa yang digunakan justru meyimpang dari kaidah kebahasaan.

Tuturan atau satuan bahasa yang lazim digunakan oleh pemakai bahasa terkait dengan penyingkatan yang keliru di antaranya pada kata “pom bensin”, “promo”, “rinci”, “optimis”, “bra”, “relawan”, dan lain-lain.

Pada bentuk “pom bensin” terdapat kekeliruan pada salah satu unsurnya, yakni “pom”. Bentuk sebenarnya ialah “pompa”. Memang tidak dapat dimungkiri bahwa pemakai bahasa umumnya mengucapkan “pom bensin”, tapi hendaknya kita tetap menggunakan bentuk yang benar: “pompa bensin”. Memang terkesan janggal, karena kita sudah terbiasa dengan kesalahan itu.

Kemudian, kita kerap melihat spanduk, papan iklan, brosur, atau media iklan lainnya yang menggunakan kata “promo” berukuran besar untuk merayu konsumen membeli produk atau memakai jasa penyedia iklan tersebut. Ternyata, bentuk “promo” juga merupakan kekeliruan terkait dengan penyingkatan kata.

Dalam pemasangan iklan, space atau ruang memang perlu dipertimbangkan untuk menekan biaya. Namun, alangkah baiknya jika kita tetap menggunakan bentuk yang sudah dibakukan ketimbang mengorbankan bahasa Indonesia yang benar.

Menggunakan kata “promosi” tentu lebih menunjukkan kita sebagai bangsa yang bangga akan bahasa nasionalnya. Jangan sampai kesalahan berjamaah ini semakin mengesankan bentuk yang salah itu seolah-olah benar.

Pada kata “rinci” kita bahkan telah salah sampai pada bentuk turunanya, yakni “rincian”. Dalam KBBI tidak ada lema “rinci”, yang ada ialah “perinci”. Dengan demikian, bentuk turunannya yang benar ialah “perincian”.

Sama seperti kesalahan pada bentuk “rinci”, bentuk “bra”, “optimis”, dan “relawan” pun tidak terdapat dalam senarai KBBI. Kata yang sesuai dengan bahasa Indonesia yang telah dibakukan ialah “braseri”, “optimistis”, dan “sukarelawan”.

Sebelum kita semakin larut dengan kesalahan-kesalahan serupa, sebagai pemakai bahasa hendaknya kita harus lebih cermat dan teliti dalam menggunakan kosakata. Untuk itu, dalam memahami aturan kebahasaan, kita harus sedikit demi sedikit memahami aturan tersebut secara keseluruhan. Alhasil, overgeneralisasi akibat dari kekurangsempurnaan pemahaman terhadap bahasa yang baik dan benar dapat diminimalisasi.

Written by kbplpengkajian

Maret 19, 2012 pada 1:25 pm

Ditulis dalam Chairil Anwar

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: