Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Archive for the ‘Fadhilatun Hayatunnufus’ Category

Melengkapi Kekurangan?

leave a comment »

Dalam menulis sebuah kalimat, kita terkadang beranggapan bahwa kalimat yang strukturnya lengkap sudah merupakan kalimat yang benar. Anggapan itu memang ada benarnya sebab salah satu syarat kalimat yang benar memang strukturnya harus lengkap, misalnya, ada subjek dan predikat (SP) atau ada subjek, predikat, dan objek (SPO). Unsur penting yang kurang di perhatikan adalah penalaran. Akibatnya terkadang ditemukan kalimat seperti ini. Kakan Kemenang Sumut, Abdul Rahim dalam seminar itu menyampaikan, jika ada kekurangan yang dilakukan pemerintah, maka tugas kita bersama untuk melengkapi kekurangan-kekurangan tugas pemerintah itu.

Jika kita membaca atau mendengar kalimat seperti itu, apakah yang akan kita tafsirkan? Sepintas kalimat yang kita baca atau dengar itu benar, tetapi jika kita perhatikan kembali, kalimat tersebut terdapat kesalahan penalaran. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by kbplpengkajian

April 18, 2013 at 5:06 am

Selamat Ulang Tahun

leave a comment »

Berbagai kata disampaikan untuk mengucapkan selamat kepada orang yang merayakan tanggal dan bulan kelahirannya, seperti kata selamat ulang tahun, selamat hari lahir, happy birthday, selamat milad, dsb. Kata milad dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya waktu kelahiran atau hari kelahiran dan arti birthday dalam bahasa Indonesia adalah hari lahir. Nah, bagaimana dengan kata ulang tahun? Mengapa orang-orang memilih kata ulang tahun untuk mengungkapkan birthday atau hari kelahiran? Mengapa tidak selamat hari kelahiran saja seperti hari kelahiran Nabi Muhammad, hari Pahlawan, hari Kopri, hari Ibu, hari Natal, dsb.

Satu minggu terdiri dari tujuh hari yakni, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Setelah satu minggu, hari akan berulang kembali dari hari Senin sampai dengan Minggu kembali. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Maret 25, 2013 at 4:49 pm

Juara dan Pemenang

leave a comment »

KITA pasti pernah menemukan kata juara dan pemenang dalam kalimat-kalimat di media massa ataupun yang diucapkan seseorang dalam suatu pertandingan. Coba Anda perhatikan contoh kasus dalam dua kalimat berikut. (1) Pada Pemilihan Putri Indonesia (PPI) ke-16 tahun ini, ITB boleh berbangga karena pemenang PPI 2011 diraih oleh salah satu mahasiswanya. (2) Setelah melakukan penghitungan nilai dan persentase jumlah SMS yang masuk ke tiga finalis Big Brother Indonesia (BBI), akhirnya finalis wanita berwajah bule, Renata atau yang akrab dipanggil Rene, sebagai juara tiga, juara kedua diraih Derek, sedangkan juara pertama yakni Alan.

Tampaknya tidak ada masalah dengan penggunaan kata pemenang dan kata juara dalam kedua kalimat tersebut. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Januari 4, 2012 at 5:59 am

Bahasa Iklan

leave a comment »

Bahasa iklan bersifat persuasif, selalu berusaha menggugah emosi pembaca atau pendengar.  Tujuannya agar yang menjadi sasaran iklan (konsumen) melakukan sesuatu atau bertindak sesuai dengan amanat iklan tersebut. Oleh karena itu, dalam bahasa iklan, kata-kata yang digunakan dalam bentuk rayuan, anjuran atau ajakan yang dapat menimbulkan rasa penasaran. Kemasan produknya dibuat menarik dan ditempatkan secara tepat, niscaya iklan itu akan berhasil memengaruhi pembaca atau pendengarnya.

Terkadang bahasa iklan yang digunakan tidak bernalar atau tidak menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

September 19, 2011 at 11:46 pm

Anarkis dan Hipnotis

leave a comment »

DALAM berbahasa, kata anarkis tampaknya lebih banyak digunakan daripada kata anarkistis. Kata anarkis sering diartikan sebagai sifat anarki, misalnya dalam kalimat: Para demonstran diharapkan tidak melakukan tindakan yang anarkis. Yang sebenarnya, kata anarkis (anarchist) berkelas kata nomina dan bermakna “penganjur (penganut) paham anarkisme” atau “orang yang melakukan tindakan anarki” seperti yang dijelaskan dalam buku praktis bahasa Indonesia.

Dari pengertian tersebut, kata anarkis bermakna “pelaku” bukan “sifat anarki”. Seharusnya kata yang digunakan dalam kalimat tersebut adalah kata sifat untuk melambangkan konsep “bersifat anarki”. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Juni 8, 2011 at 12:33 am

Mati Lampu atau Mati Listrik

leave a comment »

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan penggunaan kata mati lampu dan mati listrik. Banyak orang yang mengatakan mati lampu jika PLN memadamkan listrik dan ada pula yang mengatakan mati listrik. Akan tetapi, selama ini kata yang sering saya dengar adalah mati lampu. Apakah mati lampu itu, artinya semua lampu dimatikan oleh PLN sama halnya dengan mati listrik.

Penggunaan kedua kata itu menyebabkan saya mempertanyakan bentuk manakah yang benar dari kedua kata itu atau apakah kedua kata tersebut sama-sama boleh digunakan? Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Maret 1, 2011 at 11:54 pm

Sukarelawan atau Relawan?

leave a comment »

Akhir-akhir ini wajah media massa dan elekronik dihiasi dengan berita tentang para pengungsi korban tsunami di Mentawai dan meletusnya Gunung Merapi serta bantuan untuk mereka yang tertimpa musibah tersebut. Salah satu berita yang saya baca di media massa adalah sebagai berikut: “Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meminta semua pihak tidak sembarangan mengirimkan relawan ke daerah bencana”.

Dalam berita tersebut tertulis kata relawan. Kata ini sering digunakan untuk menyatakan orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela (tidak karena diwajibkan atau dipaksakan). Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Desember 1, 2010 at 3:53 am