Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Archive for the ‘Dian Anggraini’ Category

Makan Mas Yon

leave a comment »

Rabu, 23 Januari 2013

“Makan Mas Yon, yuk,” ujar seorang teman di suatu siang. Mendengar ajakan itu, saya tertegun sesaat lalu tertawa. Bagaimana tidak, Mas Yon kok dijadikan santapan siang. Seperti zombie, mahluk pemakan manusia, di serial televisi saja. Tertawa karena sadar ajakan teman sebenarnya untuk menyantap mi ayam Mas Yon. Kalau soal itu sih, saya tak sanggup menolak. Selain nikmat dan harga terjangkau, lokasinya juga tak terlalu jauh. Klop, deh.

Di kesempatan berbeda, kakak ipar meminta diambilkan jarum cokelat di atas meja ruang kerjanya. Lebih dari 10 menit mencari benda yang dimaksud. Alih-alih bertemu jarum berwarna cokelat, jarum jahitpun tidak ada. Ternyata, benda yang dimaksud adalah rokok bermerek “Djarum Coklat”. Menahan rasa kesal saya bergumam “Sampai besok tidak mungkin saya temukan jarum yang saya pahami”.

Sebenarnya, gaya berbahasa seperti ini lazim saja terjadi. Sebab dalam bahasa Indonesia dikenal majas metonimia. Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau label sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut. Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut. Dalam KBBI dijelaskan metonimia merupakan majas yang berupa pemakaian nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal sebagai penggantinya, misal Ia menelaah Chairil Anwar (karyanya); olahragawan itu hanya mendapat perunggu (medali perunggu). Persoalannya, saat lawan bicara tidak mampu menerjemahkan maksud kita bisa saja kelaziman itu menjadi “bencana”.

Metonimia juga kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari. Saat ingin menyikat gigi, kita terbiasa mengucapkan Odol ketimbang pasta gigi. Padahal Odol adalah merek produk kesehatan gigi produksi Jerman yang mulai beredar pada tahun 1892. Produk ini masuk ke Indonesia melalui Belanda dan sempat sangat terkenal di Indonesia. Saking terkenalnya, alih-alih menggunakan kata bahasa Belanda tandpasta yang sulit dilafalkan, merek ini akhirnya dipakai sebagai nama generik untuk merujuk kepada pasta gigi. Meskipun merek ini sudah lama tidak beredar di Indonesia, nama Odol tetap abadi sebagai metonimia untuk pasta gigi.
Kaum ibu juga lebih terbiasa mengucapkan Rinso saat ingin membeli detergen. Begitupula pelajar selalu menyebutkan Pilot untuk mendapatkan pena dan remaja putri lebih mengenal Softex ketimbang pembalut. Pada kalimat Ibu membeli sebungkus Rinso di warung, kata Rinso bukanlah bermakna benda bermerek Rinso melainkan detergen yang bisa saja bermerek jual lain. Begitupula kata Pilot serta Softex.

Sejatinya, kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang dipakai dalam berkomunikasi. Komunikasi itu sendiri setidaknya melibatkan pihak pertama dan pihak kedua. Komunikasi akan berjalan dengan baik apabila yang hal disampaikan oleh pihak pertama dapat diterima dengan “utuh” oleh pihak kedua. Sekarang tinggal pilih, menghirup (asap) kapal api atau meneguknya. Salam!

*Staf Kantor Bahasa Provinsi Lampung

 

Written by kbplpengkajian

Juli 24, 2013 at 2:16 am

Ditulis dalam Dian Anggraini

Tagged with

Pasar Ikan di DPR

leave a comment »

7-11-2012

Siapa bilang ikan hanya ada di laut, sungai, kolam atau pun akuarium?  Pada 2012 ikan berubah wujud. Mereka berdasi, intelek, suka menghujat, dan—ini uniknya—tidak  lagi suka pelet atau cacing. Konon, mereka yang kini “berenang” di gedung mewah DPR RI di Senayan, Jakarta, itu lebih menyukai uang.

Munculnya istilah pasar ikan tersebut berawal dari tudingan politisi Partai Demokrat Sutan Bathoegana terhadap politisi dari Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

April 6, 2013 at 9:15 pm

Ditulis dalam Dian Anggraini

Tagged with

Makan Mas Yon

leave a comment »

“Makan Mas Yon, yuk,” ujar seorang teman di suatu siang. Mendengar ajakan itu, saya tertegun sesaat lalu tertawa. Bagaimana tidak, Mas Yon kok dijadikan santapan siang. Seperti zombie, mahluk pemakan manusia, di serial televisi saja. Tertawa karena sadar ajakan teman sebenarnya untuk menyantap mi ayam Mas Yon. Kalau soal itu sih, saya tak sanggup menolak. Selain nikmat dan harga terjangkau, lokasinya juga tak terlalu jauh. Klop, deh.

Di kesempatan berbeda, kakak ipar meminta diambilkan jarum cokelat di atas meja ruang kerjanya. Lebih dari 10 menit mencari benda yang dimaksud. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Maret 26, 2013 at 8:29 am

Ditulis dalam Dian Anggraini

Tagged with

Bandarlampung

leave a comment »

Meski menetap lebih dari satu dekade di Bumi Ruwa Jurai ini masih ada kebingungan di hati saya. Apa benar, saya tinggal di Bandar Lampung atau Bandarlampung? Rupa-rupanya, rekan di media cetak juga merasakan hal serupa. Mantan rekan sejawat di media lokal juga tidak paham cara menulis nama kota yang tepat.

Kesimpangsiuran penulisan nama ibukota Provinsi Lampung ini memang sudah sejak lama terjadi. Diantaranya, digunakan berlainan oleh media massa, swasta hingga instansi pemerintahan. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Maret 26, 2013 at 6:21 am

Ditulis dalam Dian Anggraini

Tagged with

Rustanti

leave a comment »

Rustanti kini terkenal. Di sebuah berita dalam jaringan Rustanti menjadi berita utama. “Ehem! Jokowi Terpesona. ‘Rustanti’ Kini Cantik’. Ia menjadi topik hangat pasca-Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta. Maklum saja, apa pun yang terkait dengan Jokowi, selalu menjadi topik hangat.

Siapakah sosok Rustanti? Ditilik namanya, tentu ia wanita. Tapi, bukankah Jokowi sudah memiliki pendamping hidup berparas cantik, bernama Iriana dan telah pula dikaruniai tiga orang anak. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Maret 26, 2013 at 6:17 am

Ditulis dalam Dian Anggraini

Tagged with

Sesuatu

leave a comment »

“Selamat Lebaran ya, semoga bisa menjadi sesuatu, Alhamdulillah bisa jadi sesuatu di bulan ramadan ini, “Sesuatu nggak menurut kamu?”

Bisakah anda menebak kutipan kalimat siapakah itu? Saya yakin, dari anak kecil hingga orang tua bisa menjawab pertanyaan ini. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Februari 8, 2012 at 1:45 am

Ditulis dalam Dian Anggraini

Tagged with

‘Dua Family’

leave a comment »

LEBIH dari sebulan terakhir, mata saya selalu tertuju pada sebuah rumah makan bernama Dua Family. Rumah makan yang kini tumbuh bak jamur di musim hujan itu mengusik rasa penasaran saya, tidak hanya pada menu yang ditawarkan melainkan pula cara penyajiannya.

Dilihat dari namanya, pastilah rumah makan tersebut menyajikan dua jenis masakan, Barat dan Timur. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Desember 22, 2011 at 6:24 pm

Ditulis dalam Dian Anggraini

Tagged with