Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Posts Tagged ‘Adian Saputra

Uje

leave a comment »

Rabu, 08 Mei 2013

Nama Uje dalam dua pekan terakhir masih saja ramai diperbincangkan orang. Media massa juga rajin mengupas sisi lain kehidupan Uje. Sekian kerabat dihadirkan. Sejawat almarhum juga urun bicara. Semua bicara satu nama: Uje. Namun, artikel kecil ini tak hendak membicarakan ihwal Uje dalam ranah hiburan. Ini melulu soal bahasa sebagaimana nama rubrik ini: Laras Bahasa.

Buat kita yang usianya dewasa, kira-kira 20-an tahun, insya Allah tahu nama lengkap Uje. Ya Ustaz Jeffry Al Buchori. Namun, almarhum lebih dikenal dengan nama Uje. Nama ini ialah akronim dari nama ustaz muda nan gaul ini. Barangkali saja anak zaman sekarang tahunya cuma Uje. Uje itu ya Uje. Mereka tak bisa menyebut nama lengkap Uje. Siapa yang kira-kira pertama menyebut nama Uje? Wallahualam bissawab. Bisa jadi dipopulerkan sendiri oleh manajemen sang ustaz, bisa jadi oleh media.

Media massa memang punya peran urgen dalam pembentukan citra seseorang. Penyebutan akronim nama seseorang kadang lebih mentereng ketimbang nama asli. Meski si tokoh memopulerkan, media massalah yang punya daya ikat yang kuat dalam membentuk persepsi seseorang. Tak ada yang salah dengan kepopuleran nama akronim seseorang. Di Bandung saja, ada jalan terkenal bernama Otista. Tapi cobalah bertanya ke 10 teman di Bandung, apa mereka tahu apa kepanjangan Otista? Mungkin hanya sepertiga yang tahu, dua pertiganya geleng kepala. Ya, Otista itu merujuk ke salah seorang pahlawan Indonesia: Otto Iskandar Dinata. Yang kita sayangkan, kalau si tokoh sebetulnya keberatan namanya diakronimkan atau disingkat. Ia mungkin menghargai nama pemberian orangtua. Namun lantaran media menyebut dengan singkatan atau akronim, si empunya nama cuma mengelus dada.

Maka itu, sekarang banyak bertebaran nama lain dari si pemilik nama: RD untuk pelatih tim sepak bola Indonesia Rahmad Darmawan, TK untuk Ketua MPR Taufiq Kiemas, Bepe untuk ek striker Bambang Pamungkas, dan masih banyak lagi. Media meman g punya alasan sakti menyebut nama orang dengan singkatan dan akronim: ekonomi kata. Namun, jika nama “baru” itu tak mencerminkan muruah si empunya nama, kasihan juga buat yang bersangkutan. Jangan-jangan nama Bendol untuk eks pelatih bola Benny Dollo tak dikonsultasikan lebih dahulu kepada si pelatih tambun itu. Bisa jadi pak pelatih hanya mengelus dada saat disapa Bendol. Aduh….

Iklan

Written by kbplpengkajian

September 8, 2013 at 4:46 pm

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

Galau

leave a comment »

APA kata di kalangan anak gaul yang sedang tren dan diikuti banyak orang sekarang? Ayo, coba tebak! Banyak memang. Tetapi coba ingat dan sebut satu per satu. Kalau saya sebut “galau”, bagaimana? Setuju kalau diksi itu kini sedang naik daun?

Ya, ini diksi yang sekarang banyak disebut orang. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Agustus 29, 2012 at 2:06 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

‘Japri’

leave a comment »

Beberapa teman menggunakan kata “japri” saat ada info yang sifatnya sangat pribadi di jejaring sosial dan grup BlackBerry Messenger. Awalnya saya tidak ngeh, apa sih japri itu. Kalau japra sih tahu. Biasanya, lema itu dipakai saat mengumpat teman yang rada kurang nyambung saat diajak mengobrol. “Ah, kamu mah japra, gitu aja enggak tahu.” Demikian biasa kata japra itu digunakan dalam bahasa lisan.

Tapi japri ini apa? Istri saya yang memberi tahu. Ternyata, japri itu akronim dari “jaringan pribadi”. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

April 11, 2012 at 3:31 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

Buron

leave a comment »

PARA redaktur sering menggunakan frasa “buronan pencuri” untuk menunjukkan pencuri yang sedang dicari polisi. Polisi juga acap menyebutkan daftar pencarian orang dengan singkatan DPO.

Kata buron atau buronan lalu akrab dipakai penutur bahasa untuk orang yang dicari-cari. Misalnya, saat karib kita menanyakan seorang teman. “Eh, mana ya si Wiji?”. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Mei 25, 2011 at 3:31 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

‘Resign’

leave a comment »

PEKAN lalu saya mendengar desas-desus bahwa ada teman yang mengundurkan diri dari pekerjaannya di kantor. Akan tetapi, karena masih isu, saya kemudian memverifikasi dengan menanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Jawabannya rupanya benar. Ia mundur dengan sebuah alasan yang rasional.

Saya bertanya melalui pesan pendek telepon seluler. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Mei 4, 2011 at 12:23 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

‘General Affair’

leave a comment »

ANDA gemar menonton acara Take Me Out atau Take Him Out? Jika senang menyaksikan acara yang dipandu Choky Sitohang dan Yuanita Christianti ini, barangkali Anda akrab dengan beberapa kata asing berikut ini: HRD (human research and development), general affair, publishing, marketing coordinator.

Kata-kata asing itu untuk menunjukkan pekerjaan dari peserta acara tersebut. Misalnya, si A bekerja sebagai general affair di perusahaan swasta terbesar di Jakarta, si B bekerja sebagai marketing coordinator di perusahaan makanan kaleng terkemuka di Indonesia, dan sebagainya. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Agustus 11, 2010 at 12:50 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

Lampung Fair

leave a comment »

Redaktur opini koran kami, Zulkarnain Zubairi, mengeluh soal perubahan nama Pameran Pembangunan Lampung menjadi Lampung Fair. Udo Zul, demikian ia disapa, mengatakan perubahan nama itu tidak punya makna apa-apa. Bahkan, menghilangkan identitas pameran yang sudah dikenal banyak orang, termasuk di luar Lampung.

Apa yang dikeluhkan rekan kami itu sudah tentu menjadi perhatian kami. Pameran Pembangunan Lampung sudah benar dan apik dipakai. Ia mencerminkan betapa pemerintah telah piawai dalam berbahasa resmi. Baca entri selengkapnya »

Written by kbplpengkajian

Juni 16, 2010 at 12:46 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with