Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Melengkapi Kekurangan?

leave a comment »

Dalam menulis sebuah kalimat, kita terkadang beranggapan bahwa kalimat yang strukturnya lengkap sudah merupakan kalimat yang benar. Anggapan itu memang ada benarnya sebab salah satu syarat kalimat yang benar memang strukturnya harus lengkap, misalnya, ada subjek dan predikat (SP) atau ada subjek, predikat, dan objek (SPO). Unsur penting yang kurang di perhatikan adalah penalaran. Akibatnya terkadang ditemukan kalimat seperti ini. Kakan Kemenang Sumut, Abdul Rahim dalam seminar itu menyampaikan, jika ada kekurangan yang dilakukan pemerintah, maka tugas kita bersama untuk melengkapi kekurangan-kekurangan tugas pemerintah itu.

Jika kita membaca atau mendengar kalimat seperti itu, apakah yang akan kita tafsirkan? Sepintas kalimat yang kita baca atau dengar itu benar, tetapi jika kita perhatikan kembali, kalimat tersebut terdapat kesalahan penalaran. Perhatikan bagian kalimat maka tugas kita bersama untuk melengkapi kekurangan-kekurangan tugas pemerintah itu. Kita dapat bertanya apakah tugas pemerintah yang kurang akan menjadi lengkap jika kita melengkapi kekurangan-kekurangan tugas pemerintah itu? Jawabnya, yang menjadi lengkap tentulah kekurangan bukan tugas. Arti­nya, kekurangan yang ada akan bertambah lengkap. Padahal, yang di­maksudkan oleh Abdul Rahim dalam seminar itu ialah bahwa tugas kita bersama untuk me­lengkapi tugas pemerintah yang lalu sehingga kekurangan pada tugas pemerintah yang belum dilaksanakan itu dapat teratasi atau kekurangan pada tugas pemerintah akan menjadi tinggal sedikit. Oleh karena itu, kalimat itu dapat diperbaiki menjadi sebagai berikut. “Kakan Kemenang Sumut, Abdul Rahim dalam seminar itu menyampaikan, jika ada kekurangan yang dilakukan pemerintah, maka tugas kita bersama untuk melengkapi  tugas pemerintah itu.

Contoh lain dari kesalahan dalam menulis kalimat dengan tidak memperhatikan penalaran, seperti kalimat Sejumlah anggota rombongan iring-iringan jenazah mengejar mobil Kevin hingga tertangkap di depan Pengadilan Agama. Dalam kalimat tersebut terdapat kata iring-iringan jenazah, bukankah iring-iringan jenazah berarti jenazah yang berjalan beriring-iringan? Arti pernyataan itu tidak masuk akal karena jenazah tidak dapat berjalan. Biasanya, yang beriringan itu ialah orang-orang yang mengantar usungan jenazah menuju ke permakaman. Oleh karena itu, kalimat tersebut sebaiknya diperbaiki menjadi Sejumlah anggota rombongan iring-iringan pengantar jenazah mengejar mobil Kevin hingga tertangkap di depan Pengadilan Agama.

Ada pula kalimat Dokter itu berusaha untuk menyembuhkan penyakit pasiennya. Sepintas tidak ada yang salah dari kalimat tersebut, tetapi jika kita telaah kembali, makna dalam kalimat tersebut adalah dokter berusaha menyembuhkan penyakit bukan menyembuhkan pasiennya.

Sebaiknya dalam membuat sebuah kalimat kita juga harus memperhatikan unsur penalarannya agar komunikasi antara pembaca dan pendengar menjadi jelas dan bernalar.

Written by kbplpengkajian

April 18, 2013 pada 5:06 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: