Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Pasar Ikan di DPR

leave a comment »

7-11-2012

Siapa bilang ikan hanya ada di laut, sungai, kolam atau pun akuarium?  Pada 2012 ikan berubah wujud. Mereka berdasi, intelek, suka menghujat, dan—ini uniknya—tidak  lagi suka pelet atau cacing. Konon, mereka yang kini “berenang” di gedung mewah DPR RI di Senayan, Jakarta, itu lebih menyukai uang.

Munculnya istilah pasar ikan tersebut berawal dari tudingan politisi Partai Demokrat Sutan Bathoegana terhadap politisi dari Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera. Bathogana menyebut mereka ‘Ikan Salmon’ yang artinya intelektual kagetan yang asal ngomong. Mendengar itu, Bambang Soesatyo, politisi Partai Golkar geram. Dia membalas dengan menyebut Sutan Bathoegana sebagai ‘ikan teri asin” alias intelektual kagetan teriak sana-sini.

Lontaran Bambang Soesatyo ditimpali lagi oleh politisi  Partai Demokrat Gede Pasek Suardika. Suardika  menyebut istilah ‘Ikan Tongkol’ yang artinya tong kosong hanya bikin dongkol. Tak lama, muncul lagi istilah ‘Ikan Piranha’. “Itu karena pikiran, hati, dan bicara suka beda,” tutur Wakil Ketua Komisi III DPR dari PKS, Nasir Jamil.

Tak lama kemudian, muncul lelucon yang dilontarkan ketua Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, “Semuanya itu akan berakhir pada saat ‘ikan paus’ muncul dan menelan mereka.”

Cukup menarik mengikuti saling lontar kata wakil rakyat yang ‘terhormat’ itu. Pada saat sebagian besar masyarakat sibuk berbahasa asing, mereka cukup kreatif memproduksi kata-kata bermakna baru berisi sindiran pula.

Ikan yang biasa orang awam ketahui adalah binatang yang umumnya bersisik, bernapas dengan insang, bergerak, dan menjaga keseimbangan badannya dengan menggunakan sirip. Di mata anak-anak, ikan dianggap sebagai lauk yang sangat nikmat disantap bersama dengan nasi hangat dan krupuk kini berubah menjadi sesosok manusia yang memiliki sifat yang tidak terpuji. Andai anak-anak mengikuti permainan kata anggota Dewan itu, bisa jadi ikan tidak lagi menjadi makanan favorit.

Berbagai jenis ikan yang berubah makna tersebut dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai ungkapan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus.

Ungkapan yang juga dikenal sebagai idiom yang memiliki satuan ujaran yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna unsur-unsurnya, baik secara leksikal maupun secara gramatikal. Contohnya saja kambing hitam dalam kalimat: “Peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa pun”.

Kambing hitam makna leksikalnya adalah binatang pemamah biak, berkaki empat, pemakan rumput, yang berwarna hitam. Namun, dalam konteks kalimat tersebut, “kambing hitam” bermakna orang yang dalam suatu peristiwa sebenarnya tidak bersalah, tetapi dipersalahkan atau dijadikan tumpuan kesalahan.

Idiom terbagi atas idiom penuh dan idiom sebagian. Idiom penuh adalah idiom yang semua unsurnya telah melebur menjadi satu kesatuan. Sedangkan idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikal sendiri.

Sama halnya dengan berbagai macam ikan yang ramai diperbincangkan anggota. Ikan salmon, ikan teri, ikan tongkol, ikan piranha, dan ikan paus kini memiliki makna baru dan khusus. Andai saja ungkapan ini diterima oleh masyarakat, bukan mustahil kata-kata tersebut dapat diadopsi dalam kamus istilah yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Anggota Dewan yang kerap disebut sebagai penghambur uang negara ternyata bisa juga menjadi sumber lahirnya istilah baru bahasa Indonesia.

Written by kbplpengkajian

April 6, 2013 pada 9:15 pm

Ditulis dalam Dian Anggraini

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: