Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Kerudung Bukan Jilbab

leave a comment »

Memasuki Ramadan, banyak hal yang berubah. Masjid dan surau, yang biasanya mengalami kemajuan saf (safnya hanya sedikit di depan karena jumlah jemaahnya sedikit), kini ramai dikunjungi jemaah salat tarawih, bahkan sampai tak tertampung dan harus rela salat di teras masjid.

Tak hanya itu, pihak radio dan televisi menambahkan program islami khusus Ramadan, begitu juga dengan media surat kabar yang menyediakan rubrik khusus Ramadan. Tak mau kalah, para muslimah, termasuk kalangan artis merayakan bulan ini dengan menggantikan mode pakaian mereka dengan berkerudung dan berjilbab.

Saya ingin meluruskan kesalahan pemaknaan kerudung dan jilbab yang telanjur salah kaprah oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.

Masyarakat sering menyamakan antara kerudung dan jilbab sebagai kain penutup kepala, padahal keduanya sangat berbeda. Jika dilihat dari asal katanya, jilbab berasal dari bahasa Arab al-jilbabu atau dalam bentuk jamak jalabib yang bermakna baju kurung panjang: sejenis jubah (Al Munawir,1997:199), sedangkan kerudung dalam bahasa Arab adalah khimar, tudung;penutup kepala wanita. Dari sini terlihat sekali perbedaannya.

Artikel pada rubrik Laras Bahasa sebelumnya telah mengemukakan inkonsistensi KBBI dalam transliterasi bahasa Arab berupa ejaannya, kali ini KBBI juga tidak konsisten dalam menyerap makna kata, seperti jilbab. Dalam KBBI jilbab adalah kerudung yang dipakai wanita untuk menutupi kepala, sebagai muka, dan dada. Kesalahan pemaknaan ini bisa berakibat fatal. Masyarakat muslim bisa salah menafsirkan perintah agama Islam terkait dengan perintah berjilbab dan berkerudung. Keduanya dijelaskan dalam ayat dan surat yang berbeda di dalam Alquran.

Kerudung atau khimar dijelaskan dalam surat An Nur:31 sebagai tudung kepala wanita, sedangkan jilbab terangkum dalam surah Al Ahzab:59 sebagai baju kurung yang menjulur ke seluruh tubuh. Tentu berbeda antara sebatas penutup kepala dan baju kurung. Oleh sebab itu, kerudung bukanlah jilbab, dan sebaliknya.

Hendaknya pembenahan transliterasi bahasa asing ke dalam KBBI selanjutnya tidak hanya sebatas ejaan, tetapi juga pemaknaannya, supaya tidak terjadi kesalahan pemahaman, apalagi berkaitan dengan agama tertentu. (25-7-2012)

Written by kbplpengkajian

Maret 26, 2013 pada 8:20 am

Ditulis dalam Mujiasih

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: