Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Cemungud

leave a comment »

“Jangan sedih, tetap cemungud ya”. Demikian cuplikan pesan masuk di akun facebook saya, kemarin. Perlu beberapa waktu untuk mencerna kalimat tersebut, terutama untuk memahami kata cemungud . Apa maksud kata cemungud yang dikirimkan teman dunia maya ini, benar-benar tidak saya mengerti.

Tak ingin berlama-lama pusing, saya lalu membuka dinding. Ternyata, di dalam kiriman sohib lain juga terdapat kata cemungud“Ya, namanya juga masih belajar. Besok tinggal naikin volume. Cemungud”, “Hari ini kita gagal, besok pasti menang, cemungud,  ya Cin,”.  Kata cemungud ternyata telah mewabah. Walah-walah. Jadi makin penasaran. Buru-buru saya  membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Eh, kata tersebut tidak ditemukan. Oh, iya. Kata ini merupakan kata baru. Wajar saja, belum terekam dalam KBBI mengingat penerbitan “kitab suci” ini dilakukan secara berkala.

Iseng, saya bertanya kepada Kaisar, putra saya yang kebetulan melintas. “Cemungud itu sama aja kayak semangat, Mi. Masa umi gak tau,” jawabnya. Cemungud itu rupa-rupanya seperti motivasi yang kita berikan kepada diri sendiri atau orang lain. Kata cemungud hanya dipergunakan dalam bentuk tulisan saja.

Untuk memperkuat informasi tersebut, saya berusaha mencari info tambahan lain. Dalam web kitabgaul.com. cemungud juga berarti semangat.  Dari kata semangat ==> cemangat ==> cemungud. Contoh : Pas lomba yang cemungud ya beib!’.

Cemungud memang unik dan memiliki ciri anak remaja era 2000an. Pantas saja sulit menemukan artinya karena saya abg beda angkatan. Hee.

Bahasa gaul ini berkembang begitu pesat. Di awal tahun muncul kata kamseupay yang berasal dari kata  KAMpungan SEuukaleee Uuhhh PAYah! Kata ini dipopulerkan oleh Doktor Marissa Haque melalui akun twitternya. Dalam kitabgaul juga muncul beberapa kata gaul teranyar seperti krik krak (dan sebagainya), nyebon (kucing kepala besar ), todong (tolong donk), ngoprek (otak-atik), brow (saudara, plesetan dari brother), telsok (dari ketela bosok/ujaran untuk mengejek lawan bicara), gajeah (gak jelas), ccd (cacad) dan pb (permainan Point Blank).

Kata gaul muncul sekitar tahun 1970’an. Istilah tersebut dipergunakan untuk obrolan rahasia dalam komunitas tertentu. Tapi, karena sering juga digunakan di luar komunitasnya, lama-lama istilah-istilah tersebut jadi bahasa sehari-hari.  Saat itu, bahasa khas anak muda itu biasa disebut bahasa prokem atau bahasa okem. Salah satu kosakata yang masih sering dipakai adalah “bokap”.

Bahasa gaul memang lahir dari kreatifitas remaja. Di samping merupakan bagian dari proses perkembangan kognitif, munculnya penggunaan bahasa gaul juga merupakan ciri dari perkembangan psikososial remaja. Menurut Erikson (1968), remaja memasuki tahapan psikososial yang disebut sebagai identity versus role confusion. Hal yang dominan terjadi pada tahapan ini adalah pencarian dan pembentukan identitas. Remaja ingin diakui sebagai individu unik yang memiliki identitas sendiri yang terlepas dari dunia anak-anak maupun dewasa.

Bahasa gaul tidaklah mengancam keberadaan bahasa resmi kita, bahasa Indonesia, sepanjangan dipergunakan pada waktu dan saat yang tepat. Salam. (26-9-2012)

Written by kbplpengkajian

Maret 26, 2013 pada 8:04 am

Ditulis dalam Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: