Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

12-12-12

leave a comment »

2 Januari 2013

Kita baru saja melewati tanggal 12 Desember 2012. Sebagian masyarakat menganggap bahwa tanggal tersebut merupakan hari baik dan penanggalan yang cantik. Berdasarkan persepsi tersebut, beberapa ibu yang tengah hamil tua berbondong-bondong memaksakan kelahiran bayinya pada tanggal tersebut melalui metode operasi. Di lain pihak, beberapa pasangan muda yang hendak menikah sudah sejak jauh hari berencana melakukan akad nikah di hadapan penghulu pada tanggal yang sama. Alasan yang mereka ungkapkan seragam, tanggal tersebut terdiri atas susunan angka yang cantik sehingga mudah diingat.

Alasan tersebut memang tepat sekali, karena masyarakat kita saat ini kerap dilanda penyakit lupa. Termasuk lupa cara menggunakan tanda baca menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Hal ini terlihat dari pemberitaan di media massa, baik cetak maupun elektronik yang menuliskan penanggalan tersebut (agar terlihat cantik) menjadi 12-12-12. Jika kita cermati penulisan deretan angka tersebut, kita akan menjumpai adanya kekurangan penulisan tanda penyingkat atau yang lebih dikenal dengan tanda Apostrof (`). Deretan angkat tersebut merupakan rangkaian dari tanggal 12, bulan Desember (12), dan tahun 2012. Dengan demikian, penulisan yang tepat seharusnya 12-12-2012. Namun, bentuk penulisan seperti ini justru akan menghilangkan daya tariknya (baca: kecantikannya) karena terselip angka 0 pada tahun tersebut. Oleh karena itu, agar terlihat “kecantikan” tanggal tersebut, maka perlu dilakukan penyingkatan dalam penulisannya sehingga tertulislah 12-12-12.

Aduhai, memang terlihat sekali “kecantikan” sederet angkat tersebut. Namun, sangat disayangkan penulisan tersebut justru melupakan tanda Apostrof. Penulisan yang tepat sesuai EYD seharusnya 12-12-`12. Sekadar mengingatkan kita semua, tanda penyingkat atau Apostrof berfungsi menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Misalnya: Ali `kan kusurati. (`kan = akan), Malam `lah tiba. (`lah = telah), 1 Januari `88 (`88 = 1988). Dengan menambahkan tanda Apostrof pada penulisan 12-12-`12, menurut saya tidak menghilangkan “kecantikan” deretan angka tersebut karena penulisannya telah sesuai dengan EYD. Selain itu, tanpa tanda Apostrof, deretan angka tersebut akan dimaknai menjadi tanggal 12, bulan 12, tahun 12 Masehi. Tentu saja bukan pemaknaan seperti itu yang kita inginkan.Tanda Apostrof ibarat sepasang alis pada wajah seorang wanita cantik. Apa jadinya paras yang cantik bila salah satu alisnya dihilangkan?

Written by kbplpengkajian

Maret 26, 2013 pada 4:12 pm

Ditulis dalam As. Rakhmad Idris

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: