Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Galau

leave a comment »

APA kata di kalangan anak gaul yang sedang tren dan diikuti banyak orang sekarang? Ayo, coba tebak! Banyak memang. Tetapi coba ingat dan sebut satu per satu. Kalau saya sebut “galau”, bagaimana? Setuju kalau diksi itu kini sedang naik daun?

Ya, ini diksi yang sekarang banyak disebut orang. Kalau bukan anak muda yang mengatakan itu, kita pasti senyum. Seolah-olah mengikuti tren anak muda zaman sekarang. Padahal yang mau disampaikan, ya galau itu maksudnya.

Coba kita telisik Kamus Besar Bahasa Indonesia. Galau itu berarti sibuk beramai-ramai, ramai sekali, kacau tidak keruan (pikiran). Jadi, boleh dan sah saja jika iklan pulsa seluler menggunakan kata galau buat anak muda yang kehabisan pulsa. Karena tidak ada pulsa, ia tidak bisa mengirim pesan pendek atau menelepon.

Alhasil, komunikasi tidak tersambung sehingga hati menjadi galau. Pas sekali. Cocok dan tidak ada salah apa-apa. Cuma masalahnya, ada intonasi yang menarik di iklan itu, ada penggambaran yang “menggalau”, ada sesuatu yang khas.

Oleh karena itu, diksi galau menjadi khas dan seolah-olah cuma sebatas galau khas anak muda. Padahal, kata itu memang sudah bertakhta lama dalam khazanah bahasa Indonesia. Cuma karena ia populer dengan sebutan yang khas yang membuatnya seperti sempit maknanya.

Tetapi, kita memandang positif saja kejadian yang “galau” ini. Paling tidak, bahasa baku Indonesia disukai juga oleh pembuat iklan. Ini kan memopulerkan diksi. Lagipula, apa yang disampaikan memang benar. Benar-benar galau maksudnya.

Diksi “sesuatu” juga menjadi khas karena selebritas Syahrini yang memopulerkannya.

Pimpinan kami di kantor, Djadjat Sudradjat namanya, juga acap berujar “sesuatu” saat memberi taklimat kepada kami. Apa yang ia sampaikan memang “sesuatu banget”. Khas dan kami cuma mengangguk setuju. Tetapi karena selanjutnya Syahrini juga menyebut-nyebut “sesuatu”, kami mendapat komparasinya. Oleh karena itu, saat pimpinan mengatakan “sesuatu”, kami pun mesem-mesem karena sekarang ada perbandingan.

Maksud keduanya benar: ingin menunjukkan satu hal yang istimewa, luar biasa, khas, bagus, apik, trengginas, dan yang sebangsa dengan itu. Tulisan ini pun diniati menjadi “sesuatu” itu.

Namun, percayalah, saya tidak sedang galau saat menulis artikel ini. Saya dalam keadaan sadar yang sepenuh-penuhnya. Wallahualam bissawab.

Written by kbplpengkajian

Agustus 29, 2012 pada 2:06 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: