Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Antara Indonesia Melawan Qatar

leave a comment »

Menonton pertandingan sepak bola sebenarnya bukan kegemaran saya. Tetapi, demi menemani suami yang menggemari sepak bola, saya ikut menyaksikan pertandingan sepakbola kesebelasan Indonesia melawan Qatar yang disiarkan secara langsung oleh sebuah stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu. Pertandingan babak pertama berakhir seri dengan kedudukan masing-masing 2.

Sebelum diselingi jeda iklan, reporter olahraga mengatakan kalimat yang bunyinya begini, “Baik, pemirsa. Jangan ke mana-mana. Kita saksikan pertandingan berikutnya antara Indonesia melawan Qatar setelah iklan yang berikut.”

Pemakaian pasangan antara…, melawan…, dengan contoh kalimat seperti itu sangat sering digunakan oleh reporter atau wartawan olahraga pada acara pertandingan sepak bola. Secara sepintas memang sepertinya tidak ada yang salah pada kalimat tersebut.

Namun, jika kita amati lebih lanjut, akan tampak kesalahannya. Kesalahannya adalah penggunaan kata antara yang dipasangkan dengan kata melawan.

Dalam bahasa Indonesia ada beberapa kata yang memiliki pasangan tertentu. Salah satunya kata antara yang berpasangan dengan dan. Kata antara dipasangkan dengan melawan tidak tepat. Jadi, seharusnya kalimat yang diucapkan oleh reporter olahraga tadi adalah: “Baik, pemirsa. Jangan ke mana-mana. Kita saksikan pertandingan berikutnya antara Indonesia dan Qatar setelah iklan yang berikut.”

Selain dengan kata melawan, kata antara juga sering dipasangkan dengan kata dengan, misalnya pada kalimat: Ternyata ada perbedaan yang sangat jelas antara keinginan saya dengan kenyataan yang saya hadapi. Pasangan antara… dengan… pun salah. Kalimat itu harus diperbaiki menjadi kalimat: ternyata ada perbedaan yang sangat jelas antara keinginan saya dan kenyataan yang saya hadapi.

Pasangan kata lain yang juga sering digunakan secara salah adalah baik… ataupun… seperti pada kalimat: Baik yang tua ataupun yang muda harus bisa menahan emosi. Pasangan kata baik adalah maupun. Kalimat itu seharusnya menjadi: Baik yang tua maupun yang muda harus bisa menahan emosi.

Contoh lainnya adalah tidak…, melainkan dan bukan…, tetapi. Kedua pasangan kata itu mempertentangkan dua hal, yakni mengingkarkan sesuatu dan mengiyakan yang lain. Yang diingkarkan oleh kata bukan ialah benda. Oleh sebab itu, untuk mengiyakannya harus digunakan kata yang cocok untuk kata benda, yaitu kata melainkan. Sementara itu, yang diingkarkan oleh kata tidak adalah kata selain kata benda, yakni kata kerja dan kata sifat. Jadi, kata yang tepat untuk menyatakan kebalikan kata kerja dan kata sifat adalah tetapi. Dengan demikian, pasangan yang benar adalah tidak…, tetapi… dan bukan…, melainkan… seperti pada kalimat: Gadis itu tidak cantik, tetapi menarik. Dan kalimat: Dia bukan kakak saya, melainkan saudara sepupu saya.

Media massa memang bisa menjadi alat pembelajaran yang sangat baik bagi masyarakat. Reporter atau wartawan di media massa mana pun memiliki peranan yang sangat besar dalam pembinaan berbahasa pada masyarakat. Pemakaian bahasa yang tepat dalam media massa adalah guru yang paling berpengaruh dan akan memiliki dampak yang positif dalam pemakaian bahasa masyarakat. Sebaliknya, jika bahasa dalam media massa kacau, akan memberikan pengaruh yang negatif, terutama bagi mereka yang tidak tahu akan kaidah bahasa.

Written by kbplpengkajian

Maret 27, 2012 pada 6:17 pm

Ditulis dalam Kiki Zakiah Nur

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: