Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Tanggal Ulang tahun

leave a comment »

Perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia memang istimewa. Hanya saat bangsa ini memperingati ulang tahunnya itu kita menjadi familier (kembali) dengan singkayan “HUT” alias hari ulang tahun dan kata “dirgahayu”.

Bila pada peringatan ulang tahun kemerdekaan digunakan istilah “HUT”, pada peringatan ulang tahun berdirinya daerah (kabupaten/kota atau provinsi) umumnya digunakan istilah “hari jadi”.
Berbeda ketika kita memperingati hari kelahiran seseorang yang lazim disebut “ulang tahun” saja. Sedemikian sering kita menggunakan singkatan HUT, sehingga membuat kita tak sadar bila singkatan ini berpotensi menyebabkan kekeliruan logika berbahasa.
Ulang tahun diperingati untuk mengenang periode awal kelahiran sesuatu. Penanda kelahiran yang lazim digunakan adalah berdasarkan hari atau tanggal. Penanda kelahiran menggunakan hari dikenal sebagai weton (Jw), yang diartikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring (dalam jaringan; online) sebagai ‘hari lahir seseorang dengan pasarannya, yakni Legi, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon’. Weton seseorang, katakan saja Jumat Pon, akan diperingati setiap 35 hari sekali yang disebut selapanan.
Tak peduli tanggal berapa selapanan itu jatuh, seorang yang lahir pada weton itu memperingati hari lahirnya pada setiap Jumat Pon. Tradisi ini telah berkembang di tanah Jawa sejak dahulu, meskipun kini mulai jarang diperingati orang.
Metode penanda kelahiran lain yang lazim adalah berdasarkan pada tanggal. Dengan metode ini, kita kemudian memperingati ulang tahun kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus, karena pada tanggal 17 Agustus 66 tahun silam Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan kita.
Tahun ini, kita memperingati tanggal kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus, tak peduli pada hari apa tanggal 17 Agustus berlangsung. Meskipun sama-sama berlangsung pada bulan Ramadan, sejarah mencatat bahwa 17 Agustus 1945 terjadi pada hari Jumat Legi, bertepatan dengan 9 Ramadan 1364 H, sedangkan 17 Agustus 2011 bertepatan dengan Rabu Paing atau tanggal 17 Ramadan 1432 H.
Dengan logika berbahasa ini, sudah sepatutnya kita tak menggunakan singkatan HUT yang meminjam istilah kelirumolog Jaya Suprana, dapat disebut sebagai keliru kaprah.
Keliru karena logika bahasa dalam singkatan HUT sesungguhnya mendasarkan pada tanggal, bukan hari. Kaprah karena kekeliruan ini terjadi berulang-ulang sehingga kita telah menganggapnya sebagai kebenaran. Apakah pilihannya adalah dengan mengganti penggunaan singkatan hari ulang tahun (HUT) menjadi tanggal ulang tahun (TUT)? Saya sih oke saja, sepanjang Anda setuju.

kalau kurang
=============

Selain singkatan HUT, kata “dirgahayu” terbilang lazim digunakan dalam penulisan ucapan selamat ulang tahun kemerdekaan. Kalimat seperti “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-66.” pasti sering kita baca dalam spanduk-spanduk untuk memperingati hari kemerdekaan kita.
Kalau kita hendak taat pada kaidah berbahasa, bolehlah kita melacak arti lema “dirgahayu” dalam KBBI daring. KBBI daring mengartikan “dirgahayu” sebagai ‘berumur panjang; panjang umur’. Dengan mendasarkan makna “dirgahayu” menurut kamus kalimat “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-66.” dapat diartikan sebagai “Panjang Umur Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-66”.
Kalimat model ini berpotensi tidak efektif, karena yang didoakan panjang umur adalah Republik Indonesia, yang berdirinya ditandai dengan proklamasi kemerdekaan.
Doa panjang umur tentu tak etis menyebut tahunnya, seperti “Panjang Umur Ke-66 Tahun”. Agar lebih efektif, kalimat tersebut dapat ditulis begini saja “Dirgahayu Republik Indonesia”.
*Penulis. Tinggal di Tegal Jawa Tengah.

 

Written by kbplpengkajian

Januari 4, 2012 pada 5:49 am

Ditulis dalam Febrie Hastiyanto

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: