Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Kamus

leave a comment »

Sesungguhnya penulis sekalipun tak luput dari kekeliruan. Dalam artikel saya sebelumnya, Pembobolan dan Penggelapan (27-7) saya tidak awas dalam membaca kamus. Saya membangun gagasan mengenai penggunaan kata bobol dalam pembobol dan pembobolan pada kasus-kasus kejahatan perbankan merujuk pada kamus, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online atau biasa disebut KKBI Daring yang diterbitkan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional. Saya kurang hati-hati mengutip lema bobol dengan kurang memperhatikan lema turunan dari bobol, yakni membobol dan pembobol.

Makna lema membobol yang keempat adalah mencuri uang (mengorupsi) dengan tipu daya (menipu pegawai atau pengawas, mempermainkan komputer, dsb) yang dapat digunakan dalam lema pembobol menjadi orang yang mencuri uang dengan tipu daya. Dengan demikian, gagasan saya bahwa pembobolan tidak sesuai dengan kaidah karena makna konotatifnya belum dimasukkan dalam KBBI sepenuhnya keliru, karena KBBI telah memasukkan makna konotatifnya yang dapat digunakan sebagai kata kerja dalam kasus-kasus kejahatan perbankan, termasuk perilaku koruptif pada umumnya.

Kamus dapat disebut sebagai buku rujukan yang menerangkan makna kata. Dalam konteks kebangsaan dan bahasa nasional, kamus dapat disebut sebagai rujukan terhadap kata-kata yang baku dan benar yang dikeluarkan otoritas negara, dalam hal ini Pusat Bahasa. Menurut catatan Wikipedia, kamus bahasa nasional sudah mulai disusun sesaat setelah perang kemerdekaan berakhir. Tahun 1952 Pusat Bahasa menerbitkan Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) yang disusun oleh W.J.S. Poerwadarminta.

W.J.S. Poerwadarminta bukan orang baru dalam ranah perkamusan di Tanah Air. Sebelumnya, ia telah menerbitkan kamus bahasa Jawa, Baoesastra Djawa, tahun 1930. Selain Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), Pusat Bahasa juga menerbitkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang disusun sebagai kamus baku Bahasa Indonesia. KBBI diterbitkan pertama kali tahun 1988 dan hingga kini telah disempurnakan dan dimutakhirkan hingga empat kali, terakhir pada 2008. Selain KUBI dan KBBI masih ada kamus yang disusun oleh E. St. Harahap (Kamus Indonesia) terbit pertama kali tahun 1951 dan kini telah cetak ulang hingga 9 kali, Hassan Noel Arifin (Kamus Besar Bahasa Indonesia) juga terbit pada tahun yang sama 1951, serta Sutan Muhammad Zain (Kamus Modern Bahasa Indonesia) yang terbit tahun 1954.

Publik kini tak harus memiliki edisi cetak KBBI yang tebal untuk mengetahui makna kata Bahasa Indonesia yang diinginkan. Pusat Bahasa telah merilis KBBI Daring dalam laman http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/. KBBI Daring ini cukup mudah diakses, pengunjung hanya perlu mengetik kata dasar lema yang diinginkan dan dalam hitungan detik lema dan sublema terkait dapat ditemukan. Berbeda dengan KBBI versi cetak, tampilan KBBI Daring hanya memungkinkan pengunjung mencari kata dasar yang diinginkan. Tampilan ini tidak memungkinkan pengunjung “iseng” mengurutkan membaca mulai dari kata berawalan A untuk menemukan kata-kata baru yang jarang didengar. Pengunjung yang memanfaatkan KBBI Daring harus telah mengetahui kata tertentu terlebih dahulu untuk dicari maknanya.

Selain KBBI Daring, sejumlah kalangan memulai usaha yang patut diapresiasi. Ivan Lanin, mahasiswa Pascasarjana Teknologi Informasi Universitas Indonesia, yang berprofesi sebagai penerjemah merintis laman http://kateglo.bahtera.org/. Laman ini diterbitkan mailing list penerjemah Bahtera. Kateglo bahkan tidak hanya berisi kamus, tetapi melengkapinya dengan ratusan ribu entri glosarium, peribahasa, singkatan, dan akronim. Kamus-kamus online lain yang sering dirujuk penulis dan penerjemah, di antaranya dapat diakses melalui laman http://kamus.sabda.org/, dan http://www.artikata.com/. Selain Ivan Lanin, masih ada Steven Haryanto yang menyusun KBBI versi StarDick. StarDick merupakan program kamus gratis offline yang tersedia pada program Linux, Windows, dan OS X.  KBBI versi StarDick dapat diakses melalui tautan stardict-kbbi-2.4.2.tar.bz2 atau laman http://steven.blogs.masterweb.net/. KBBI Luring (luar jaringan; offline) lain disusun Ebta Setiawan yang dapat diakses melalui http://ebsoft.web.id/2011/06/21/kbbi-offline-1-3-perbaikan-tambahan-fitur/.

Written by kbplpengkajian

Desember 8, 2011 pada 9:34 am

Ditulis dalam Febrie Hastiyanto

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: