Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Merubah dan Dirubah

leave a comment »

ADA sebuah kata dalam lagu yang dinyanyikan oleh Once, vokalis dari band Dewa 19 berjudul Aku Mau yang terdengar janggal di telinga, tapi dinikmati oleh masyarakat. Kata tersebut adalah merubah yang terletak di larik pertama lagu tersebut.

Lirik lengkapnya adalah Kau boleh acuhkan diriku/dan anggapku tak ada/tapi takkan merubah perasaanku/kepadamu. Lalu, adakah yang salah dari kata tersebut?

Bila kita cermat memperhatikan masyarakat saat menggunakan bahasa Indonesia, bukanlah hal yang aneh jika sebagian besar masyarakat terbiasa menggunakan kata merubah. Bahkan, kalau kita mengetik kata merubah di Google, ternyata banyak sekali hasil pencarian yang memunculkan kata tersebut.

Hal ini mengindikasikan kata merubah sudah menjadi bagian yang dianggap benar saat digunakan. Kata itu seolah-olah sudah menjadi kata yang umum, biasa, dan benar. Tidak perlu lagi diperdebatkan atau diotak-atik lagi karena dirasa tidak ada yang salah.

Bagi mereka yang berkecimpung atau memiliki kepedulian terhadap penggunaan bahasa, pasti akan merasa geli dan risi saat mendengar kata merubah. Sebuah kata yang sebenarnya salah tapi sering diucapkan dan dianggap benar oleh mayoritas masyarakat saat ini.

Bahasa Indonesia termasuk salah satu jenis bahasa aglutinatif, yaitu bahasa yang mengandalkan afiks atau imbuhan (awalan, akhiran, sisipan, konfiks) untuk membentuk kata turunan.

Banyak masyarakat kita yang menganggap remeh proses afiksasi pembentukan kata dasar menjadi kata turunan ini sehingga mereka tidak lagi memperhatikan mana kata dasar dan mana afiks, sehingga penggunaan bahasa Indonesia tidak lagi sesuai dengan aturan yang berlaku, tapi tetap dianggap benar oleh penggunanya.

Jika kita urai, kata merubah untuk memisahkan kata tersebut menjadi kata dasar dan afiks, akan terlihat jelas di mana letak kesalahannya.

Saat penguraian kata merubah pada lagu tadi akan terjadi sedikit kesulitan untuk menentukan mana kata dasarnya dan mana bagian afiksnya. Apakah kata merubah tersebut berasal dari awalan mer- + ubah atau dari awalan me- + rubah.

Bila kata dasarnya adalah ubah, jelas ada kesalahan pada saat pembubuhan awalan karena di dalam Bahasa Indonesia tidak mengenal awalan mer- melainkan meng- (me-, men-, mem-, meny-, menge-).  Sehingga bisa dipastikan penulisan atau penggunaan kata merubah dalam syair lagu Aku Mau di atas adalah salah. Kata tersebut seharusnya ditulis mengubah yang terbentuk dari awalan meng- + ubah sesuai dengan kaidah penulisan Bahasa Indonesia. Jadi, penulisan atau pengucapan kata merubah adalah salah sedangkan yang benar adalah mengubah.

Kesalahan serupa juga terjadi dalam proses pembentukan kata yang melibatkan proses afiksasi lainnya, seperti yang terjadi pada kata dirubah.

Penulisan kata dirubah jelas merupakan kesalahan, karena seharusnya ditulis diubah. Sebab, dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia tidak mengenal awalan dir-tetapi awalan di-.

Sikap peduli dan cermat dalam berbahasa baik lisan maupun tulisan mutlak dikuasai bagi masyarakat pengguna bahasa itu sendiri agar bahasa yang menjadi ciri khas bangsa selalu lestari dan dinamis.

Written by kbplpengkajian

Oktober 26, 2011 pada 8:08 am

Ditulis dalam Priyo Anggono

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: