Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Menghidupkan Q

leave a comment »

Q, huruf ke tujuh belas abjad Indonesia, merupakan huruf yang paling sedikit memiliki kosakata dibanding huruf abjad yang lain. Merujuk KBBI 1991, q hanya mempunyai delapan huruf, yaitu: qaf, qari, qariah, qasar, qiamulail, qiraah, qiraat, Quran.

Dalam KBBI edisi ketiga, 2005, q hanya bertambah dua kata yakni: qi, dan qudsi. KBBI edisi keempat, 2008 pun, ‘q’ hanya memiliki penambahan kata, yaitu: qanun, quasar, qurah, qurani. Itu pun ada beberapa kata yang memiliki akar kata sama (misalnya: qa-ra-ba yang artinya membaca menjadi ; qari qariah, qiraah, qiraat, Quran).

Sedang Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, penerbit Media Center, tanpa tahun terbit, q mempunyai tujuh belas kata yaitu: qaf, qada, qaidah, qalam, qalbu, qamar, qamariah, qanaah, qannat, qari, qariah, qasar, qarun, qiam, qiamulail, qiraat, Quran.

Bila dibanding bahasa lain, misalnya Inggris, q masih tergolong miskin. Bandingkan dengan Kamus Inggris-Indonesia, karya John M. Echols dan Hassan Shadily, q memiliki lebih dari seratus lema.

Pertanyaan yang timbul adalah, mengapa lema q sangat sedikit? Mengapa q kebanyakan menyerap dari bahasa Arab? Apakah bahasa Melayu dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia tidak memiliki kata yang diawali dengan q? Mengapa q diserap menjadi k?

Uraian berikut lebih condong pada ulasan q yang diserap dari bahasa Arab, tidak menjawab pertanyaan tersebut satu-per satu, tetapi penjelasannya telah mewakili jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pada mulanya ada keyakinan bila q yang diserap dari bahasa Arab itu cukup kaya, tetapi dengan terbitnya Pedoman Umum Pembentukan Istilah, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdiknas, 1989, q kemudian menjadi miskin.

Dalam penyesuaian ejaan, integrasi unsur serapan dalam bahasa Indonesia, tertulis unsur yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaan bahasa asing (Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda, Inggris), hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya. Sebagai contoh q menjadi k, aquarium? akuarium, quantity? kualitas, quality? kualitas, frequency? frekuensi, kata-kata serapan bahasa Inggris.

Written by kbplpengkajian

Oktober 13, 2011 pada 4:41 am

Ditulis dalam Suheri

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: