Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Pengrajin atau Perajin

leave a comment »

SATU bulan yang lalu saya diajak oleh seorang teman untuk melihat pameran kerajinan tangan. Ada yang menarik perhatian saya berkenaan dengan penulisan kata pengrajin dan perajin di depan stan-stan pameran. Ternyata dalam menuliskan kata pengrajin dan perajin berbeda antara stan yang satu dan stan yang lain. Melihat bentukan kata tersebut, timbul pertanyaan, bentukan manakah yang tepat antara kedua kata itu?

Pengrajin ialah orang yang pekerjaannya membuat barang-barang kerajinan atau orang yang mempunyai keterampilan berkaitan dengan kerajinan tertentu, seperti kelompok penenun songket Palembang dapat disebut pengrajin songket dari Palembang. Barang-barang tersebut tidak dibuat dengan mesin, tetapi dengan tangan sehingga sering disebut barang kerajinan tangan.

Perajin dimaksudkan untuk menggantikan kata pengrajin. Menurut kaidah persengauan atau nasalisasi, kata perajin memang lebih tepat daripada pengrajin. Dalam bahasa Indonesia, kata dasar yang diawali dengan konsonan /r/ tidak pernah mendapat bunyi sengau apabila mendapat awalan meN- atau peN-.

Dengan kata lain, awalan meN- dan peN itu berbentuk me- dan pe- apabila ditambahkan pada kata dasar yang diawali dengan konsonan r, contohnya: dasar kata rangkum menjadi merangkum dan perangkum, kata dasar rawat menjadi merawat dan perawat.

Untuk menyatakan pengertian “orang yang pekerjaannya membuat barang-barang kerajinan”, bentuk manakah yang betul: pengrajin atau perajin? Apakah kata perajin dapat digunakan untuk menggantikan kata pengrajin?

Dalam bahasa Indonesia, awalan peN- menyatakan suatu perbuatan seperti: pengarang “orang yang mengarang”, pembaca “orang yang membaca”, dan penulis “orang yang menulis”. Imbuhan peN- yang dirangkaikan dengan kata sifat menyatakan “orang yang mempunyai sifat atau yang suka berbuat seperti yang dinyatakan oleh kata dasarnya”. Contohnya: pemabuk “orang yang sifatnya suka mabuk”, pemalas “orang yang mempunyai sifat malas”, penipu “orang yang suka menipu”.

Dalam hubungan ini perajin ialah “orang yang mempunyai sifat rajin”, bukan “orang yang membuat barang-barang kerajinan”. Jadi, dari segi makna perajin tidak tepat untuk menggantikan kata pengrajin. Tidak setiap pengrajin itu rajin, ada juga pengrajin yang malas. Tidak semua pengrajin itu perajin. Pengrajin dan perajin menyatakan makna yang berbeda. Karena perajin sudah mempunyai makna tersendiri yang berbeda dengan pengrajin, kata itu tidak dapat menggantikan kata pengrajin.

Dari segi makna, kata pengrajin tidak berhubungan dengan kata rajin, melainkan lebih berkaitan dengan kata kerajinan tangan. Munculnya alomorf peng- dapat dipastikan berkaitan dengan kata kerajinan yang diawali dengan konsonan k. Terlepas dari itu, bentuk pengrajin kiranya perlu dipertahankan dan tidak perlu diganti dengan perajin karena kedua kata bentukan itu menyatakan makna sendiri-sendiri. n

Written by kbplpengkajian

Juni 15, 2011 pada 12:25 am

Ditulis dalam Ninawati Syahrul

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: