Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Anarkis dan Hipnotis

leave a comment »

DALAM berbahasa, kata anarkis tampaknya lebih banyak digunakan daripada kata anarkistis. Kata anarkis sering diartikan sebagai sifat anarki, misalnya dalam kalimat: Para demonstran diharapkan tidak melakukan tindakan yang anarkis. Yang sebenarnya, kata anarkis (anarchist) berkelas kata nomina dan bermakna “penganjur (penganut) paham anarkisme” atau “orang yang melakukan tindakan anarki” seperti yang dijelaskan dalam buku praktis bahasa Indonesia.

Dari pengertian tersebut, kata anarkis bermakna “pelaku” bukan “sifat anarki”. Seharusnya kata yang digunakan dalam kalimat tersebut adalah kata sifat untuk melambangkan konsep “bersifat anarki”. Dalam hal ini kata yang menyatakan “sifat anarki” adalah anarkistis, bukan anarkis. Kata anarkis sejalan dengan linguis “ahli bahasa” atau pianis “pemain piano”, sedangkan anarkistis sejalan dengan optimistis “bersifat optimis” dan pesimistis “bersifat pesimis”.

Dengan demikian, kata anarkis pada kalimat: Para demonstran diharapkan tidak melakukan tindakan yang anarkis, seharusnya diganti dengan kata anarkistis sehingga kalimat tersebut menjadi: Para demonstran diharapkan tidak melakukan tindakan yang anarkistis.

Coba perhatikan kalimat berikut: (1) Polisi sedang memburu pelaku aksi anarkis di Bandara Bubung Luwuk Banggai dan tindakan kekerasan terhadap Murad Husain. (2) Jemaat Ahmadiyah resah, menyusul adanya aksi anarkis dan perusakan fasilitas ibadah dan harta benda milik jemaatnya. Kata aksi anarkis dalam kalimat-kalimat tersebut bermakna sebuah demonstrasi atau aksi yang bersifat anarki, seharusnya kalimat tersebut menggunakan kata aksi anarkistis (anarkistis = bersifat anarki, kata sifat), bukan aksi anarkis (pelaku anarki).

Lalu, bagaimanakah penggunaan kata anarkis yang tepat? Kata anarkis bermakna “pelaku”, yaitu orang yang melakukan tindakan anarki. Oleh karena itu, penggunaannya yang tepat adalah untuk menyatakan “pelaku”. Contohnya, pada kalimat: Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak berlaku sebagai anarkis dalam melakukan unjuk rasa.

Sebenarnya, kesalahan dalam penggunaan kata semacam ini juga sering terjadi dalam penggunaan kata hipnotis dan hipnosis. Kata hipnotis sering digunakan untuk menyatakan orang yang berada dalam keadaan hipnosis. Seperti yang dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata hipnosis dan hipnotis memiliki arti kata yang berbeda.

Kata hipnosis artinya keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu berada dalam pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali. Sedangkan untuk kata hipnotis artinya adalah membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis.

Dalam pemahaman di masyarakat, kita mengenal kata hipnosis sebagai proses alami terapi atau berhubungan dengan bawah sadar psikologi seseorang, sedangkan kata hipnotis biasanya bermakna agak negatif dan kadang ditampilkan sebagai memaksa seseorang untuk diambil alih kesadarannya, seperti yang dilihat atau dibaca di media televisi, internet, dan media massa.

Padahal sebenarnya makna kata hipnotis itu yang mengantarkan atau membuat orang lain memasuki kondisi hipnosis, sedangkan makna hipnosis adalah keadaan seperti tidur karena sugesti dan kemudian tidak sadar sama sekali yang diakibatkan karena terhipnotis. Sekarang Anda pilih yang mana, hipnosis atau hipnotis?

Written by kbplpengkajian

Juni 8, 2011 pada 12:33 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: