Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Buron

leave a comment »

PARA redaktur sering menggunakan frasa “buronan pencuri” untuk menunjukkan pencuri yang sedang dicari polisi. Polisi juga acap menyebutkan daftar pencarian orang dengan singkatan DPO.

Kata buron atau buronan lalu akrab dipakai penutur bahasa untuk orang yang dicari-cari. Misalnya, saat karib kita menanyakan seorang teman. “Eh, mana ya si Wiji?”. Yang lain menjawab, “Enggak tahu tuh, lagi buron.”

Dalam praktek berbahasa, penggabungan dua kata yang salah satunya menggunakan buron acap salah. Misalnya dalam judul sebuah artikel berita: “Buronan Pencuri Kabur ke Banten”, “Polisi Buru Buronan Pencuri ke Medan”.

Tepatkah frasa dalam kalimat itu? Jawabnya tidak tepat. Kata buron atau buronan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang yang sedang diburu oleh polisi, atau orang yang melarikan diri. Buron ini sudah nomina atau kata benda. Andai ia mau disambung dengan kata yang diterangkan, semestinya kita menggunakan “pencuri buron”, “perampok buron”, atau “pembunuh buron”. Buron di noktah ini menandakan si pencuri, perampok, dan pembunuh sedang dicari polisi.

Andai lema yang kita pilih adalah “buronan pencuri”, ya tidak tepat. Kalau itu yang dipilih, sama saja kita menulis polisi sedang dicari oleh pencuri. Terbalik bukan? Tidak mungkin ada pencuri mencari buron yang anggota kepolisian. Yang benar ya pak polisi sedang mencari pencuri yang sedang buron.

Pembentukan frasa ini berdasar pada aturan baku kita: diterangkan menerangkan.

Jadi, kalau hendak menulis bahwa ada pencuri yang sedang masuk DPO, kita menulisnya dengan “pencuri buron”. Bahkan, jika merujuk pada kamus, kita cukup menulisnya dengan buron karena makna buron adalah mereka yang sedang dicari polisi, apa pun tindak pidana yang dilakukan.

Benar bahwa bahasa juga bergantung pada rasa berbahasa. Mungkin tidak enak menuturkan demikian, tetapi itulah aturan yang harus kita junjung tinggi. Toh tidak terlampau asing dengan indra pendengaran kita.

Written by kbplpengkajian

Mei 25, 2011 pada 3:31 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: