Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

‘Resign’

leave a comment »

PEKAN lalu saya mendengar desas-desus bahwa ada teman yang mengundurkan diri dari pekerjaannya di kantor. Akan tetapi, karena masih isu, saya kemudian memverifikasi dengan menanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Jawabannya rupanya benar. Ia mundur dengan sebuah alasan yang rasional.

Saya bertanya melalui pesan pendek telepon seluler. Namun, teman tadi menulis kata “resign” sebagai diksi yang menunjukkan dia mengundurkan diri dari pekerjaannya. Sebelum itu, ada juga teman via jejaring Facebook yang menulis dirinya sudah resign dari pekerjaan di sebuah badan usaha milik negara.

“Saya udah resign, Yan, dari kerjaan,” itu yang ditulis teman tadi saat kami mengobrol di teks Facebook.

Rupanya kita masih saja akrab menggunakan diksi bahasa Inggris untuk sesuatu yang remeh. Mengapa ya kita lebih suka mengatakan atau menulis “resign” dibandingkan kata “mengundurkan diri” atau “berhenti”? Kita sebetulnya bisa berbahasa yang baik andai mau mengatakan atau menulis: “Saya berhenti dari pekerjaan itu” atau “Saya mengundurkan diri sejak bulan lalu”.

Untung saja dalam ragam bahasa tulis formal dalam surat-menyurat, kata resign ini belum marak. Repot juga kalau teks yang dipakai dalam surat pengunduran diri dipakai kata resign. “Dengan ini saya resign dari pekerjaan ini”. Wah, kalau sampai itu yang ditulis, memalukan sekali!

Makna resign dengan mundur atau berhenti sama saja. Tidak ada perbedaan kelas jika menggunakan bahasa asing hanya untuk menunjukkan diri kita tak bekerja lagi. Semua maknanya sama: setelah itu menganggur kan?

Lalu buat apa mengakrabkan diri dengan resign. Lama-lama, andai lema ini akrab dipakai, kata resign ini boleh jadi dientri ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi selanjutnya. Tinggal ejaannya saja yang masih kita tunggu, apakah resain, risain, atau digunakan bulat-bulat resign.

Kita boleh menggunakan bahasa Inggris asal konteksnya sesuai. Misalnya, dalam penyebutan sebuah istilah yang belum ada padanan dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke resign. Jadi, kalau mau mundur, cukup bilang: “saya berhenti” atau “saya mengundurkan diri”.

Written by kbplpengkajian

Mei 4, 2011 pada 12:23 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: