Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Urgensi Memakai Ungkapan

leave a comment »

Pemakaian bentuk-bentuk ungkapan yang bersifat idiomatis adalah bagian penting dari kegiatan berbahasa. Ungkapan menurut J.S. Badudu adalah bentuk kebahasaan yang bermakna khusus atau kiasan. Bahasa Indonesia memiliki banyak makna kiasan untuk kata-katanya.

Kalau pemakai bahasa Indonesia paham betul dengan ungkapan, tentu bahasa akan dapat dipergunakan dengan penuh kesantunan dan keindahan. Dengan begitu, peristiwa bahasa yang tidak menyenangkan seperti kata-kata yang tidak sopan, berbahasa dengan semaunya, dan berbahasa tidak santun, akan dapat diminimalisasi. Dalam konteks kesantunan, ungkapan cenderung memiliki tingkat kesopanan lebih tinggi dan menambah keindahan karena kadar keterusterangannya yang tidak tinggi.

Bentuk-bentuk ungkapan itu lazimnya merupakan bentuk yang cenderung berciri baku dan beku karena memang relatif tidak digunakan secara berubah-ubah. Dengan kata lain, ungkapan itu tidak dapat semaunya diubah, dipendekkan, atau dipanjangkan. Jadi, ungkapan itu cenderung digunakan sesuai dengan standar bakunya, tidak digunakan secara variatif. Pemahaman dan penguasaan kita pada bentuk-bentuk ungkapan seperti disebutkan di atas akan menjadikan bahasa yang kita gunakan lebih santun dan menambah keindahan. Dalam ungkapan juga terkandung makna afektif (makna yang menunjukkan perasaan).

Buah bibir adalah bentuk kias yang mengandung makna lebih indah daripada sekadar gosip. Air muka lebih santun daripada rupa muka. Beradu lidah rasanya lebih santun daripada bentuk biasa berbantah-bantah.

Ungkapan beradu mulut juga dapat digunakan untuk menyampaikan maksud di atas. Beradu mulut tampaknya lebih sering digunakan daripada beradu lidah. Silat lidah lebih santun daripada perdebatan atau pertengkaran. Bentuk idiomatis muka papan tentu lebih diterima digunakan dibandingkan dengan tidak memiliki rasa malu.

Demikian pula meregang nyawa tentu saja akan lebih santun daripada bentuk biasa sekarat. Bentuk tipis telinga lebih santun daripada mudah marah atau mudah tersinggung. Juga bentuk tebal telinga, juga lebih indah daripada sekadar bentuk tidak perasa.

Hendaknya kita tidak pernah melupakan ungkapan, karena dalam aktivitas berbahasa ungkapan merupakan hal yang penting. Penguasaan bentuk-bentuk ungkapan seperti disebutkan di atas akan menjadikan bahasa yang kita gunakan lebih santun dan menambah keindahan, karena dalam ungkapan terkandung makna intuitif (makna berdasarkan bisikan atau gerakan hati). * Pegawai Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Written by kbplpengkajian

Januari 19, 2011 pada 9:39 am

Ditulis dalam Ninawati Syahrul

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: