Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Kerancuan Penataan Pernalaran

leave a comment »

PERNALARAN adalah suatu proses berpikir untuk menghubung-hubungkan fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Dengan perkataan lain, pernalaran ialah proses mengambil simpulan dari bahan bukti atau petunjuk atau yang dianggap barang bukti atau petunjuk (Moeliono, 1988: 124-125).

Masalah kerancuan sering terjadi di mana-mana. Dalam arti, kerancuan muncul baik dalam ragam lisan maupun tulis. Apabila kerancuan terdapat pada ragam bahasa lisan, hal itu tidak begitu terasa karena konteks situasi pembicaraan pada umumnya justru turut menentukan makna atau maksud suatu pernyataan yang disampaikan. Akan tetapi, situasi semacam itu tidak terdapat pada ragam bahasa tulis.

Kalimat yang diucapkan atau yang dituliskan haruslah dilandasi suatu pemikiran yang jernih. Sebaliknya, jika kalimat yang dituliskan berawal dari pemikiran yang kusut, kalimat yang lahir adalah kalimat yang tidak logis. Jika kita mengamati kalimat-kalimat yang digunakan oleh banyak pemakai bahasa dengan saksama, kita akan menemukan kalimat yang salah nalar, yakni kalimat yang disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikiran. Berikut ini beberapa contoh kalimat yang salah nalar.

Contoh ini dikutip dari sebagian besar makalah mahasiswa. Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan, maka selesailah penyusunan makalah ini, merupakan kalimat yang salah nalar. Tidak mungkin penyusunan makalah akan selesai hanya dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan. Makalah harus dikerjakan dengan tekun dan teliti. Penyusunan makalah harus berusaha mengatasi segala hambatan yang dihadapinya dalam penyusunan itu. Jika hal-hal itu dapat dilalui, penyusunan makalah insya Allah dapat selesai.

Tentu kita percaya betul bahwa Tuhan selalu melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada hamba-Nya, termasuk kepada penyusun makalah. Dengan nikmat dan karunia Tuhan yang diterimanya, penyusun makalah dapat bekerja dengan tekun dan sabar, dapat mengatasi segala hambatan yang dihadapinya. Untuk itulah, ia memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan atas keberhasilannya.

Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menggunakan kalimat berikut agar pernalaran kita tidak sesat. Penyusun memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah atas kekuatan yang diberikan-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Kerancuan yang sering kita jumpai pada umumnya juga timbul karena kekurangcermatan kita dalam menata alur pikiran. Sebagai akibatnya, sengaja atau tidak, kata yang kita gunakan untuk mengungkapkan gagasan sering kurang terkontrol. Jika hal itu terjadi, kata-kata yang terangkai dalam kalimat akan menjadi rancu. Hampir dalam setiap acara yang diselenggarakan oleh berbagai instansi, para pewara mengucapkan kalimat, misalnya acara berikutnya adalah sambutan Gubernur Lampung, waktu dan tempat kami persilakan.

Kalimat “waktu dan tempat kami persilakan” tidak logis karena ide kalimat itu tidak dapat diterima akal. Karena, yang seharusnya memberikan sambutan adalah Gubernur Lampung, tetapi yang dipersilakan adalah waktu dan tempat. Apakah waktu dan tempat dapat memberikan sambutan?

Beberapa pilihan agar kalimat pewara itu bernalar misalnya, acara selanjutnya ialah sambutan Gubernur Lampung, Gubernur kami persilakan. Atau, acara selanjutnya adalah sambutan Gubernur Lampung. Bapak Sjachroedin Z.P. kami persilakan.

Dengan adanya perbaikan seperti kalimat di atas, gagasan yang ingin disampaikan pun lebih tepat dan bernalar. Dalam mengungkapkan suatu gagasan ke dalam kalimat, selain perlu ketelitian, juga perlu kejelasan agar kalimat lebih jelas dan tidak rancu.

Written by kbplpengkajian

November 24, 2010 pada 4:33 am

Ditulis dalam Ninawati Syahrul

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: