Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

‘General Affair’

leave a comment »

ANDA gemar menonton acara Take Me Out atau Take Him Out? Jika senang menyaksikan acara yang dipandu Choky Sitohang dan Yuanita Christianti ini, barangkali Anda akrab dengan beberapa kata asing berikut ini: HRD (human research and development), general affair, publishing, marketing coordinator.

Kata-kata asing itu untuk menunjukkan pekerjaan dari peserta acara tersebut. Misalnya, si A bekerja sebagai general affair di perusahaan swasta terbesar di Jakarta, si B bekerja sebagai marketing coordinator di perusahaan makanan kaleng terkemuka di Indonesia, dan sebagainya.

Yang kita simak di acara televisi itu sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Mereka bangga dengan atribut pekerjaan disebut dalam bahasa Inggris. Penggunaan bahasa Inggris memang terasa gagah saat mendengarnya. Kita mungkin agak tidak percaya diri untuk menyebut pekerjaan kita sebagai karyawan bagian umum untuk general affair atau koordinator pemasaran sebagai pengganti marketing coordinator.

Ada juga yang dikenalkan oleh Choky sebagai publishing, padahal sejatinya karyawan percetakan atau penerbit. Saya khawatir pemirsa keliru menerjemahkan affair itu. Bisa-bisa yang dimaksud dengan affair ialah selingkuh!

Di banyak perusahaan, ada pula bagian yang disebut legal. Ini adalah satu bagian di kantor yang tugasnya berkenaan dengan aturan hukum dan perundang-undangan. Pekerjaannya mengurus perjanjian dengan pihak lain, surat kontrak kerja karyawan, dan sebagainya. Kata legal sebetulnya bisa saja diganti dengan bagian hukum dan perundang-undangan.

Yang paling banyak menggunakan kata berbahasa Inggris saya kira bagian yang berkenaan dengan teknologi. Orang jamak menyebutnya IT yang kepanjangannya information technology. Padahal jika membaliknya menjadi teknologi informasi sudah menjadi tata kata yang bagus.

Urusan mau keren dengan bahasa Inggris tidak melulu di acara yang ditaja Indosiar itu saja. Di banyak stasiun televisi, acara yang menggunakan bahasa Inggris juga berserak. Demi membangun reputasi sebagai media massa yang kredibel, mereka rela menanggalkan bahasa Indonesia, kemudian menggantinya dalam bahasa Inggris.

Celakanya pula struktur kalimat yang dipakai pun tidak benar. Di depan kantor gubernur di Telukbetung, ada papan iklan besar perihal Lampung Fair. Di papan itu tertera tulisan besar: ‘The Greatest Festival of Sumatera’. Jika mengerti benar struktur pembentukan kalimat, kata of di sana salah penempatan. Yang benar tentu saja in. Ini baru soal of dan in, belum lagi yang lain.

Yang paling parah dalam sebuah peluncuran album indie beberapa waktu lalu, di spanduk besar tertulis lounching. Memprihatinkan bukan? Padahal semestinya ditulis dengan launching.

Choky mungkin tidak salah jika ia telanjur banyak mengucap dalam bahasa Inggris karena kemampuan bicara bahasa Inggrisnya memang bagus. Ia tinggal diberi tahu bahwa ada banyak kosakata dalam bahasa Indonesia yang bisa dipakai untuk mengganti banyaknya kata dalam bahasa Inggris.

Written by kbplpengkajian

Agustus 11, 2010 pada 12:50 am

Ditulis dalam Adian Saputra

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: