Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

‘LoL’ atau Tertawa Lepas

leave a comment »

Di sebuah blog, seorang menulis: “Wah, roti buatanmu ini terasa enak sekali….Benar-benar roti rasa Brad Pitt! LoL….” Sementara di jejaring sosial Facebook, seorang pemilik akun menulis: “Memang benar kata orang, sejahat-jahatnya ibu tiri tidak sejahat ibu kota. LoL….”

Kata “LoL” memang bertebaran di dunia maya, terutama di beberapa jejarang sosial seperti Facebook, Twitter, Netlog, Friendster, dan lain-lain. Kata LoL (laugh out loud) muncul terutama saat dua orang sedang mengobrol (chat) atau ketika pemilik akun dan teman-temannya mengomentari sebuah status.

Menurut Kamus Webster’s, LoL merupakan akronim untuk “tertawa keras” (laughing out loud), “banyak tertawa (ots of laughs), dan banyak cinta (lots of love). LoL, menurut Webster’s, merupakan bahasa slang di dunia maya yang biasa digunakan untuk mengungkapkan hiburan umum atau berbagai macam emosi sesuai dengan konteks subkultural.

Di dunia maya, LoL lebih sering dipakai untuk mengungkapkan emosi tertawa lepas atau tertawa terbahak-bahak. Sebagai bahasa slang, pemakaian kata “LoL” tentu saja sah-sah saja. Pemakaian kata “LoL” tentu tidak begitu jadi masalah jika si penutur memang memakai bahasa Indonesia. Namun, akan terasa sangat janggal ketika penutur bahasa Indonesia seperti contoh kalimat pada awal tulisan ini.

Dengan latar belakang budaya Indonesia dan menulis dengan bahasa Indonesia, komentar di sebuah blog dan status seorang pemilik akun di Facebook di atas akan lebih berterima dan lebih “membumi” jika langsung kan menjadi “Ha…ha…ha…”atau “He…he….he…..”. Apalagi, jika si penutur tidak paham arti LoL alias memakai kata LoL sebagai latah semata.

Selain disebabkan ketidaktahuan penutur bahasa tentang arti kata “LoL”, pada titik tertentu pemakaian kata “LoL” di dunia maya oleh penutur berbahasa Indonesia merupakan salah satu gejala alih kode (code switching) atau peralihan dari satu kode ke kode lain. Pada titik lain, pemakaian kata LoL juga lebih sebagai bentuk latah. Mungkin saja biar seseorang dianggap “lebih gaul” atau lebih modern. Ini terutama bagi para pengguna internet yang sama sekali tidak tahu makna LoL.

Perkembangan luar biasa di bidang teknologi–yang umumnya berasal dari negara maju–menyebabkan gejala alih kode tidak bisa dihindari. Sebab, memang banyak istilah teknologi yang berasal dari bahasa asing dan sulit dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Atau, bisa jadi, padanan kata dalam bahasa Indonesia terasa kurang “enak dan nyaman” dipakai ketimbang bahasa aslinya.

Alih kode merupakan salah satu bentuk ketergantungan bahasa (language dependency) dalam masyarakat multilingual. Dalam masyarakat multibahasa sangat sulit seorang penutur mutlak hanya menggunakan satu bahasa. Dalam alih kode masing-masing bahasa masih cenderung mendukung fungsi masing-masing dan dan masing-masing fungsi sesuai dengan konteksnya. Persoalannya, lagi-lagi, pada masalah penguasaan dan budaya: benarkah seseorang yang melakukan alih kode menguasai dua bahasa atau lebih dan apakah dia memahami konteks bahasa itu dengan benar?

Dalam praktek berbahasa sehari-hari yang berkaitan dengan internet, kita acap lebih nyaman dan gagah memakai kata download ketimbang unduh, upload daripada unggah, update daripada pemutakhiran, attachment ketimbang lampiran, bandwidth ketimbang lebar pita, browser ketimbang peramban, chatting ketimbang mengobrol. Bahkan, di luar dunia maya, kita sering lebih suka memakai OTW (on the way) ketimbang sedang dalam perjalanan atau BTW (by the way) daripada omong-omong.

Berbahasa yang benar berarti praktek berbahasa yang sesuai dengan konteksnya. Kita berharap gejala alih kode yang begitu marak tidak benar-benar menjadikan orang Indonesia lebih menyukai LoL ketimbang tertawa lepas tanpa tahu makna dan konteksnya. Apalagi membuat kita benar-benar seperti orang (to-) lol.

Written by kbplpengkajian

Juli 21, 2010 pada 1:55 am

Ditulis dalam Oyos Saroso H.N.

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: