Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Polisi ‘Nginggris’

leave a comment »

Perjalanan menuju rumah usai pulang sekolah menjadi pelajaran tambahan bagi anak saya. Maklum saja, dari Rawalaut, Telukbetung Utara, hingga Susunanbaru, Tanjungkarang Barat, begitu banyak hal yang bisa dilihat dan dicermati. Jika kemarin sibuk membahas spanduk rentang berisi kampanye calon wali kota dan calon wakil wali kota di pinggir jalan, kali ini ia rupanya tertarik membahas polisi di Tugu Adipura. Kebetulan saat itu banyak petugas yang mangkal.

Si Abang, begitu sapaan akrab anak saya, bertanya apa arti call center. Call center berasal dari bahasa Inggris call dan center. Call berarti telepon/layanan dan center bermakna pusat, jadi jika diindonesiakan menjadi pusat layanan. Pusat layanan biasanya diikuti nomor telepon yang bisa dihubungi, semisal 112, dan 118.

“Oh,” jawabnya mengerti sambil mengangguk-angguk. Sejenak kemudian ia berkata mengapa mobil patroli polisi ada yang bertuliskan call cent, call central bukan call center, ada beberapa pula yang tidak menuliskan nomor telepon. Saya lalu menerangkan mungkin saja polisi tersebut lupa melanjutkan tulisan tersebut atau tidak paham bagaimana menuliskan call center yang benar. Andai saja ditulis pusat layanan, saya jamin tidak terjadi kekeliruan.

Polri, yang katanya pelayan masyarakat, memang gemar sekali membuat slogan dalam bahasa Inggris. Program unggulan yang sejatinya ditujukan untuk semua lapisan masyarakat selalu dibalut dalam bahasa asing. Mirisnya, pengetahuan bahasa tersebut tidak dimiliki oleh semua sumber daya yang ada.

Kebanyakan dari mereka hanya asal dengar dan asal tulis. Kekeliruan ini menyebabkan masyarakat awam semakin bingung. Apalagi tidak semua masyarakat kita pandai berbahasa asing.

Pengamatan saya, slogan berbahasa asing ini mulai marak saat terjadi reformasi di tubuh Polri. Tuntutan agar Polri lebih profesional membuat pucuk pimpinan berpikir keras untuk membuat program unggulan. Program berbahasa asing dianggap mampu mencerminkan perubahan paradigma itu.

Program Keberhasilan Segera yang diluncurkan Kapolri tahun lalu tidak akrab di telinga kita. Karena sejak awal, Polri membungkusnya dalam program quick wins. Padahal saat peluncuran tanggal 30 Januari 2009, Presiden SBY dengan tegas meminta jajaran Polri mencari padanannya agar masyarakat paham. Begitu pula untuk program jangka pendek dan panjang yang lain. Polri malah disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli bahasa agar tidak menyusahkan masyarakat.

Terbukti, program nginggris tersebut sangat jarang ditulis dengan benar. Saya menemukan berbagai macam versi, seperti quiqwins, quixwins dan quidwins. Belakangan quick wins ini disandingkan pula dengan quick reponse.

Slogan nginggris (meminjam istilah Remy Sylado) ini juga mudah kita dapati, semisal mobil patroli jenis sedan dinamai highway patrol untuk menggantikan patroli jalan raya. Team speed untuk menyebut tim reaksi cepat yang dulu “mungkin” disebut tim walet yang kerap mengejar pelanggar hingga jalan di permukiman.

Lalu, program menyalakan lampu besar untuk kendaraan roda dua di siang hari bernama light on, emergency call 122 untuk telepon darurat. Ada pula SIM Corner dan Samsat Corner untuk kantor mini Samsat dan pembuatan SIM, serta Handling Public Complain untuk Pelatihan Kepribadian.

Jika kita bandingkan, fenomena ini berbeda sekali dengan sopir angkutan yang juga melayani masyarakat luas. Mereka justru lebih setia melestarikan bahasa Indonesia. Tulisan yang kerap mengundang tawa pengemudi lain tak jarang berbahasa daerah. Sedikit contoh seperti, buronan mertua, raja jalanan, putus cinta, cewek gaul, suratan takdir, kutunggu jandamu, mabok bae, samo raso, dan enak tenan.

Bahasa asing memang penting sebagai bahasa internasional, tapi gunakan secara proporsional. Tahu tempat, sadar waktu, kapan harus digunakan. Toh, berbahasa asing tidak menjamin Polri telah profesional. Salam.

Written by kbplpengkajian

Juli 7, 2010 pada 2:51 am

Ditulis dalam Bee Andra

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: