Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Bebas Parkir Boleh dan Bebas Rokok Jangan

leave a comment »

DI halaman sebuah rumah, terpampang tulisan ‘Bebas Parkir’. Sungguh baik hati orang yang memiliki tempat tersebut dengan memberikan keleluasaan kepada pengendara untuk memarkir sepeda motor dan mobilnya di sana. Padahal, tidak jarang kita menemukan tulisan yang bernada sebaliknya. Pemilik halaman rumah tidak segan-segan menempelkan papan pengumuman yang bertuliskan ‘Dilarang Parkir! Banyak Kendaraan Keluar Masuk’.; ‘Dilarang Parkir Di Sepanjang Pagar Ini!’; dan ‘Dilarang Parkir Di Depan Pintu Ini!”

Bebas parkir sering dipakai sebagai terjemahan dari free parking. Terjemahan seperti ini kurang tepat. Hal ini disebabkan dalam bahasa Indonesia bentuk bebas parkir artinya adalah bebas untuk parkir (memarkir kendaraan) atau leluasa untuk parkir. Maka, implikasi makna di balik bentuk itu adalah bahwa orang dapat dengan semaunya memarkir kendaraannya.

Akan tetapi, betulkah demikian yang terjadi? Ternyata tidak. Di tempat parkir yang tidak dikenakan biaya sekalipun orang tidak dapat dengan semaunya memarkir kendaraannya. Bahkan, tidak jarang pula memarkir kendaraan di lahan yang bebas parkir itu semuanya diarahkan dan diatur oleh petugas. Maka, mobil-mobil dan kendaraan lain tidak dimungkinkan ditempatkan dengan malang-melintang tanpa aturan.

Free parking seharusnya tidak diterjemahkan dengan bebas parkir, tetapi seharusnya diterjemahkan dengan parkir gratis. Jika yang dimaksud pemilik rumah adalah bukan parkir sesuka hati tanpa diatur, melainkan memarkir kendaraannya tanpa harus membayar biaya, seharusnya pemilik rumah memampangkan tulisan ‘Parkir Gratis’.

Bebas parkir jika kita analogikan dengan kawasan bebas becak, bebas rokok, atau bebas cukai, berarti merupakan kawasan bebas dari pemarkiran mobil. Tegasnya, orang dilarang memarkir mobil di sana. Akan tetapi, bentuk bebas parkir–berarti bebas untuk parkir–tidak sama dengan bebas becak (bebas dari becak), bebas banjir (bebas dari banjir), dan bebas pajak (bebas dari pajak).

Di sejumlah tempat sering ada pula papan yang bertuliskan ‘Bebas Rokok’ atau ‘Bebas Asap Rokok’. Tentu yang dimaksudkan adalah bahwa di daerah itu orang dapat terbebas dari gangguan asap rokok. Di sinilah sesungguhnya letak kejanggalannya jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk dengan unsur bebas lainnya.

Bentuk bebas rokok mungkin saja merupakan terjemahan tidak cermat dari bentuk Inggris free area for smoking. Dalam bahasa Inggris, lazimnya free dilawankan dengan no. Maka, sering ditemukan tulisan peringatan di ruang tunggu publik, ‘Free Area For Smoking” dan ‘No Smoking’.

Secara tidak cermat pula, bentuk yang pertama diterjemahkan menjadi daerah bebas rokok, sedangkan bentuk kedua menjadi dilarang merokok. Free area for smoking adalah daerah bebas (untuk) merokok, bukan daerah bebas (dari) rokok.

Jadi, bentuk daerah bebas rokok itu benar, tetapi harus dimaknai sebagai daerah bebas (dari) rokok, bukan daerah bebas (untuk) merokok. Bentuk ini sejajar dengan dilarang merokok, yang lazim disebut dengan no smoking dalam bahasa Inggris.

Written by kbplpengkajian

Mei 12, 2010 pada 5:53 am

Ditulis dalam Ninawati Syahrul

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: