Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Kritis dalam Mengkritik

leave a comment »

SETELAH membaca tulisan Saudara Asarpin tentang mengkritik dan mengkritisi, saya tergelitik untuk turut sumbang saran dalam rangka memenuhi hak jawab saya. Sampai beberapa waktu lalu, saya tidak mengetahui bahwa Saudara Asarpin dalam rubrik Laras Bahasa tanggal 29 Juli 2009 mempertanyakan tulisan saya yang dimuat dalam rubrik ini juga pada tanggal 8 Juli 2009 yang lalu, sehingga saya mohon maaf apabila saya lambat dalam menuliskan tanggapan.

Pada dasarnya, saya setuju sebagai pengguna bahasa Indonesia, kita harus cermat dalam menggunakan kosakata, sehingga tidak terjadi kerancuan dalam berbahasa. Apalagi, Indonesia adalah salah satu bangsa besar di antara sekian bangsa lainnya yang menjadikan bahasa aslinya sebagai bahasa resmi dan pengantar. Tentu saja kemerdekaan yang telah direbut dengan darah dan air mata menjadi salah satu dasar kebanggaan bangsa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Masyarakat Indonesia yang terdiri atas beragam suku bangsa, mulai dari suku asli hingga pendatang yang berasal dari luar negeri, turut andil dalam membentuk bahasa Indonesia yang sekarang kita gunakan. Tentu saja tak segala yang hibrida dapat kita anggap sebagai unsur yang memperkaya dan menciptakan bibit unggul.

Namun, tidak dapat dimungkiri unsur-unsur hibrida ini menjadi salah satu elemen yang memperkaya bahasa Indonesia. Sebab, bukankah telah menjadi kesepakatan bahwa bahasa daerah dan bahasa asing menjadi unsur yang memperkaya bahasa kita, tentu saja dengan memperhatikan kaidah bahasa Indonesia.

Sebagaimana yang telah ditulis oleh Saudara Asarpin, yang menjadi pertanyaan adalah penggunaan kata mengkritisi yang saya gunakan dalam kalimat …golput diciptakan untuk mengkritisi dan memprotes. Saudara Asarpin mempertanyakan akar dari kalimat mengkritisi yang saya gunakan.

Saya tak tahu mengapa kata kritis luput dari pengamatan Saudara Asarpin. Tetapi saya menemukan kata kritis dalam KBBI Edisi Keempat di halaman 742 yang memiliki arti 1) bersifat tidak lekas percaya; 2) bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; 3) tajam dalam penganalisisan.

Bentuk mengkritisi diturunkan dari bentuk dasar kritis yang mendapat imbuhan me-i. Imbuhan me-i adalah afiks pembentuk verba, sehingga kata mengkritisi memiliki arti menganalisis secara tajam; berusaha menemukan kesalahan atau kebenaran; mencermati.

Tentu saja saya tak memaksudkan kata mengkritisi searti dengan kata mengkritik karena kedua kata ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Sesuai dengan kelas katanya, kritis berbentuk adjektif atau kata sifat, sehingga dapat saya tafsirkan bahwa kritis lebih mengarah kepada sikap dan cara pandang. Sedangkan kata kritik berbentuk nomina atau kata benda, berkaitan dengan hasil dari perbuatan mengkritik, yaitu kecaman atau tanggapan. Kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.

Bentuk dasar kritik menurunkan kata mengkritik (bukan mengeritik, karena terdapat dua konsonan setelah imbuhan Me/N/- yang tidak luluh) yang mendapat awalan Me/N/- yang berarti mengemukakan kritik; mengecam. Sedangkan kata kritisi berbentuk nomina yang memiliki arti kaum kritikus.

Berdasarkan argumen yang saya ajukan, saya tak ragu menggunakan kata mengkritisi dengan beberapa alasan. Antara lain karena kata tersebut ada dalam perbendaharaan kosakata kita dan terbentuk sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Terlepas dari tulisan Sori Siregar seperti yang Anda maksudkan, saya bisa memastikan bahwa saya telah merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia alih-alih kamus Bahasa Inggris yang memang tak ada relevansinya apabila kita membahas bahasa Indonesia. Salam takzim.

Written by kbplpengkajian

Maret 17, 2010 pada 1:37 am

Ditulis dalam Diah Meutia Harum

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: