Kumpulan Laras Bahasa Lampung Post

kerja sama Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Kabar Terkini atau Kabar Terbaru?

leave a comment »

BEBERAPA menit duduk di depan layar kaca, saya sempat mencatat bentuk-bentuk kebahasaan yang salah. Pemakaian bahasa sejumlah penyiar beberapa stasiun televisi tertentu terdapat persoalan kebahasaan yang perlu kita cermati.

Televisi mulai memublikasikan kata terkini. Di stasiun televisi tertentu, terkini muncul setiap kali. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, kata terkini tidak ditemukan. Meskipun ada televisi yang menggunakan kata terkini, bagi televisi yang konsisten dengan Ejaan Yang Disempurnakan, kata terkini harus ditolak. Istilah itu tidak tepat dan belum diketahui sehingga harus dihindari.

Bentuk terkini atau paling kini jelas sekali salah. Alasannya, kini, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah kata keterangan. Sebagai kata keterangan, terkini, sejajar fungsinya dengan kemarin, sekarang, besok, dan lusa. Nah, pada bentuk-bentuk kata keterangan itu mustahil dapat dibubuhkan awalan /ter-/ untuk menyatakan paling. Jadi, tersekarang, terkemarin, terbesok, dan terlusa semuanya mustahil ditemukan.

Bentuk-bentuk itu juga tidak dapat dibubuhi pewatas paling untuk menyatakan bentuk kata yang menyatakan paling, yaitu awalan /ter-/. Jadi, paling sekarang, paling kemarin, paling besok, dan paling lusa, pasti tidak muncul. Jadi, bentuk terkini, pasti juga keliru.

Bentuk yang paling tepat untuk menyatakan maksud itu adalah terbaru. Jadi, kabar terbaru, bukan kabar terkini. Bentuk baru berjenis kata sifat, dan awalan /ter-/ lazim dibubuhkan pada kata sifat untuk menyatakan bentuk kata yang menyatakan paling, yaitu awalan /ter-/.

Satu hal lagi adalah bentuk termenarik. Marilah sekarang kita cermati bentuk termenarik. Apa yang salah dengan termenarik pada kata itu? Bukankah termenarik maksudnya sudah jelas, yakni paling menarik. Adakah sesuatu yang salah pada bentuk termenarik?

Nah, mari kita cermati dengan lebih mendalam bentuk kebahasaan itu. Dalam bahasa Indonesia terdapat kata bentukan atau kata berimbuhan menarik. Bentuk menarik berasal dari tarik yang diberi awalan /me-/. Bentuk yang sekelas dengan menarik adalah memukau, memikat, mencekam. Kalau bentuk termenarik dianggap benar, tentu bentuk termemukau, termemikat serta bentuk termencekam juga dapat dianggap benar.

Akan tetapi, betulkah yang terjadi dalam bahasa Indonesia? Jawabnya, tentu tidak! Alasannya, kata yang kelasnya kata sifat, tetapi bentuknya kata kerja (adjektiva deverbal) seperti menarik, memukau, memikat, dan mencekam, tidak pernah diberi pewatas ter untuk menyatakan bentuk kata yang menyatakan paling.

Bentuk yang lazim digunakan adalah paling. Maka, bentuk paling menarik, paling memukau, paling memikat, dan paling mencekam adalah bentuk benar.

Nah, ter lazim digunakan sebagai imbuhan pada kata sifat yang merupakan kata dasar sebagai imbangan untuk paling. Maka bentuk dasar kaya dapat dibuat superlatif menjadi terkaya atau paling kaya, terpandai atau paling pandai, terbaru atau paling baru.

Bentuk-bentuk kebahasaan yang salah yang diucapkan penyiar televisi tersebut adalah cermin kekurangsetiaan kita dalam berbahasa media di televisi. Nah, kembali pada terkini dan termenarik yang akhir-akhir ini sudah banyak digunakan, marilah kita segera meluruskannya.

Written by kbplpengkajian

Februari 17, 2010 pada 2:25 am

Ditulis dalam Ninawati Syahrul

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: